WRC, Sportrik Media - Toyota Gazoo Racing menargetkan kemenangan bersejarah pada Safari Rally Kenya 2026 yang dapat memperpanjang dominasi mereka di Kejuaraan Dunia Reli FIA. Tim asal Jepang itu memasuki reli Afrika dengan momentum kuat setelah awal musim yang impresif di dua seri pembuka.
Secara statistik, Toyota tampil dominan pada awal musim WRC 2026 dengan menguasai seluruh posisi podium pada dua reli pertama. Elfyn Evans telah mencatat dua podium, sementara rekan setimnya Oliver Solberg, Sébastien Ogier, Takamoto Katsuta, dan Sami Pajari masing-masing turut menyumbang podium bagi tim.
Meski demikian, direktur teknis Toyota, Tom Fowler, menegaskan bahwa dominasi tersebut tidak sepenuhnya tercermin dalam klasemen konstruktor. Hal itu terjadi karena hanya dua mobil dari setiap tim yang dihitung dalam perolehan poin pabrikan pada setiap reli.

“Secara poin sebenarnya kami sedikit lebih buruk dibandingkan musim lalu,” ujar Fowler.
“Tahun lalu pada titik ini kami memiliki 120 poin, sedangkan sekarang kami memiliki 117.”
Menurut Fowler, situasi tersebut muncul karena Toyota menjalankan lima mobil dalam beberapa reli, sementara hanya tiga mobil yang dapat dinominasikan dan dua di antaranya yang dihitung untuk klasemen pabrikan.
“Kami mengerahkan usaha untuk lima mobil, tetapi pada akhirnya hanya dua mobil yang dihitung untuk poin konstruktor,” jelasnya.
Safari Rally Kenya menjadi tantangan berikutnya bagi Toyota, sekaligus salah satu reli paling ikonik dalam kalender World Rally Championship. Pabrikan Jepang itu memegang rekor kemenangan terbanyak di reli tersebut dengan 12 kemenangan, jauh melampaui rival terdekatnya, Mitsubishi, yang memiliki lima kemenangan.
Sejak reli tersebut kembali masuk kalender WRC lima tahun lalu, Toyota juga belum pernah kalah di Kenya. Jika mampu menang lagi pada musim 2026, tim tersebut akan mencatat kemenangan keenam secara beruntun di Safari Rally era modern Rally1.
Namun Fowler mengakui bahwa reli tersebut tetap menjadi salah satu tantangan paling sulit dalam kalender WRC.
“Statistik sebenarnya melawan kami,” kata Fowler.
“Safari adalah reli di mana Anda bisa mempersiapkan segalanya, tetapi tetap membutuhkan keberuntungan dan penilaian yang tepat dari pembalap serta tim.”
Pada Safari Rally 2025, Toyota memang masih meraih kemenangan melalui Evans, tetapi rival utama Hyundai mampu menempatkan dua mobil di podium melalui Ott Tänak dan Thierry Neuville.
Fowler menambahkan bahwa reli Kenya memiliki arti khusus bagi tim karena tingkat kesulitannya yang tinggi dibanding reli lainnya dalam kalender WRC.
“Safari seperti mendaki gunung,” ujarnya.
“Selama reli Anda melalui banyak tekanan, drama, dan situasi sulit, tetapi ketika Anda menang, semua kerja keras itu terasa terbayar.”
Selain prestise kemenangan, hasil di Kenya juga memiliki dampak penting terhadap jalannya kejuaraan musim ini. Kalender WRC 2026 akan memasuki rangkaian reli aspal setelah Safari, sehingga posisi klasemen dan urutan start akan menjadi faktor krusial pada seri-seri berikutnya.
Dengan tiga dari empat reli setelah Kenya berlangsung di permukaan aspal, Toyota berharap para pembalapnya mampu meraih poin maksimal untuk mendapatkan posisi start yang lebih menguntungkan di paruh awal musim.
Safari Rally Kenya 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi ajang perebutan kemenangan ikonik, tetapi juga momentum penting dalam menentukan arah perebutan gelar Kejuaraan Dunia Reli FIA musim ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!