SPONSORED

Toprak Razgatlioglu Keluhkan Yamaha Seperti 'Motor Rental' di MotoGP Misano

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Toprak Razgatlioglu Keluhkan Yamaha Seperti 'Motor Rental' di MotoGP Misano
TO NEWS OVERVIEW
Razgatlioglu is struggling to ride his Yamaha on soft tyres at Misano © Gold and Goose

Toprak Razgatlioglu tidak menyangka debutnya di MotoGP Misano akan berjalan sepelik ini. Pembalap Pramac itu mengaku motornya terasa seperti "motor rental" ketika menggunakan ban soft, memaksanya membalap dengan gaya Superbike yang tidak ia inginkan.

Ekspektasi tinggi membayangi Razgatlioglu di Grand Prix San Marino. Maklum, ia sudah hafal betul karakter Sirkuit Misano dari era WorldSBK. Tapi kenyataan di lintasan berkata lain. Pada sesi Jumat, ia tertinggal 0,5 detik dari rekan setimnya di Pramac, Jack Miller. Kualifikasi Sabtu pagi pun berjalan pahit: ia lebih lambat 0,7 detik dari pembalap Yamaha lainnya, Alex Rins, dan terpuruk di barisan belakang.

"Saat saya coba ban soft pertama, saya kaget karena rasanya bukan motor saya," ujar Razgatlioglu. "Seperti mengendarai motor rental. Saya coba beradaptasi dengan gaya ban ini, tapi motor tidak mau berhenti; dia hanya melebar."

Toprak Razgatlioglu: Yamaha Feels Like 'Rental Bike' on Soft Tyres at Misano MotoGP
Read AlsoToprak Razgatlioglu: Yamaha Feels Like 'Rental Bike' on Soft Tyres at Misano MotoGP

Masalah utamanya jelas: motornya sulit berhenti. "Ketika motor tidak bisa berhenti, saya tidak bisa menikung, saya hanya mengerem lebih keras, dan saya membalap dengan gaya Superbike karena ban soft tidak memberikan cengkeraman yang cukup untuk menghentikan motor," tambahnya. "Kami mendorong bagian depan, dan saya juga tidak memakai ban belakang secara optimal. Normalnya dengan ban soft Anda selalu memanfaatkan exit, tapi saya tidak bisa masuk tikungan. Saya kehilangan garis balap. Dan saat keluar, tidak ada perubahan."

ADVERTISEMENT

Menariknya, pada ban medium, Razgatlioglu justru merasa nyaman. "Dengan ban medium, feeling saya bagus. Bahkan di akhir sesi Jumat saya mencatat lap terbaik dengan ban bekas. Tapi begitu pasang ban soft, saya berharap bisa 1 menit 31 detik, malah hanya 32,0. Aneh sekali. Saya tidak mengerti apa yang terjadi," ungkapnya.

Razgatlioglu dan tim Pramac masih mencari akar masalah. "Kami sudah berdiskusi dengan tim. Kami tidak tahu masalahnya. Kami coba meningkatkan performa, dan sekarang cengkeraman lebih baik. Tapi masalah utamanya tetap: motor tidak bisa berhenti," tegasnya.

Meski begitu, juara WorldSBK tiga kali itu tetap menyimpan optimisme. "Saya sangat termotivasi karena ini pertama kalinya musim ini saya memimpin FP1, dan saya sangat positif. Saya merasa baik. Hanya beberapa tikungan yang perlu saya perbaiki untuk dapat lap time bagus," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Dengan sisa sesi latihan dan kualifikasi, Razgatlioglu masih punya waktu untuk membalikkan keadaan. Namun, tantangan di MotoGP jelas berbeda dari Superbike, dan adaptasi dengan ban soft menjadi kunci utama jika ingin tampil kompetitif di Misano. Pramac Racing pun dituntut cepat mencari solusi sebelum balapan Minggu.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU