Sepuluh mobil Supercars telah dikirim ke fasilitas Dunlop Motorsport di Melbourne untuk menjalani evaluasi Centre of Gravity (CoG) yang akan berlangsung selama beberapa hari. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Supercars untuk meninjau ulang aspek paritas teknis antara Chevrolet Camaro dan Toyota Supra, menyusul serangkaian protes dan permintaan dari tim-tim peserta.
Uji CoG sebelumnya dilakukan pada Februari dengan hanya melibatkan tiga mobil: Ford Mustang dari Triple Eight, Toyota Supra dari Walkinshaw TWG Racing, dan Chevrolet Camaro dari Team 18. Hasilnya, tim Chevrolet diwajibkan memindahkan 4,4 kg pemberat ke bagian atas roll-cage, keputusan yang menuai ketidakpuasan. Team 18 langsung mengajukan protes, mengklaim mobil mereka dipersiapkan untuk uji terowongan angin dan bukan mobil balap sesungguhnya, sementara dua mobil lainnya dianggap lebih representatif.
Kekecewaan itu memicu permintaan resmi untuk pengujian ulang. Baik tim homologasi Chevrolet (Team 18) maupun Toyota (Walkinshaw TWG Racing) secara terpisah mengajukan permintaan agar isu CoG ditinjau kembali. Walkinshaw TWG bahkan memasukkan CoG dalam daftar item yang harus direview setelah balapan di Ipswich. Supercars pun merespons dengan menggelar tes yang lebih komprehensif di Melbourne.

Dalam tes terbaru ini, Supercars melibatkan sepuluh mobil yang terdiri dari tiga Ford, tiga Toyota, dan empat Chevrolet. Ford diwakili oleh Triple Eight (#888), Grove Racing (#26), dan Tickford Racing (#6). Toyota menyertakan Walkinshaw TWG Racing (#2) serta Brad Jones Racing (#8 dan #14). Sementara Chevrolet mengirim Erebus Motorsport (#9), Team 18 (#20 dan #15 wildcard), dan PremiAir Racing (#31). Komposisi ini dipilih untuk mendapatkan gambaran yang lebih adil tentang distribusi berat dan pusat gravitasi di antara para peserta.
Proses pengujian CoG dilakukan dengan cara memiringkan setiap mobil ke sisinya untuk menemukan titik tipping, lalu menggunakan formula khusus untuk menghitung posisi pusat gravitasi. Metode ini telah menjadi bagian dari mandat paritas teknis Supercars sejak diperkenalkannya Ford Mustang Gen2 pada 2019. Tujuannya adalah memastikan tidak ada pabrikan yang memiliki keunggulan tidak adil akibat perbedaan distribusi berat.
Isu paritas memanas pada akhir pekan AirTouch 500. Setelah Supercars memberikan aerodinamika revisi yang membuat Camaro keluar dari 'parity box' yang disepakati, tim-tim Ford melayangkan surat protes resmi. Mereka berargumen perubahan tersebut melanggar Teams Racing Charter, kontrak yang mengikat setiap tim dengan penyelenggara seri. Pada Sabtu pagi, Supercars terpaksa melakukan perubahan sekunder untuk mengurangi downforce Camaro, merespons tekanan dari tim Ford.
Menariknya, review paritas hanya dapat dilakukan setelah event ketahanan pertama jika ada isu spesifik yang teridentifikasi sebelumnya, seperti halnya CoG. Ini menjelaskan mengapa Supercars bergerak cepat menggelar tes di Melbourne. Hasil dari evaluasi ini akan menjadi dasar bagi penyesuaian teknis lebih lanjut, yang bisa mempengaruhi keseimbangan kompetisi di sisa musim.
Bagi para penggemar, dinamika di balik layar ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan di Supercars, di mana setiap gram dan milimeter bisa berarti perbedaan antara menang dan kalah. Sementara para pembalap bersiap untuk putaran berikutnya, tim-tim teknis terus bekerja keras memastikan mobil mereka memenuhi regulasi tanpa mengorbankan performa. Kita tunggu saja keputusan final dari Supercars setelah data dari Melbourne selesai dianalisis.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!