Menjelang Grand Prix Italia di Monza, keputusan strategi menjadi sorotan utama. Dengan tiga kompon ban yang tersedia, balapan diprediksi berjalan menarik, tetapi ada satu ancaman yang harus diwaspadai: graining pada ban depan.
Simone Berra, Chief Engineer Pirelli, membeberkan analisisnya. Menurutnya, sirkuit Monza yang ikonik ini menghadirkan karakteristik berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, namun tradisi balapan satu pit stop tetap menjadi skenario paling mungkin.
Dilema Kompon Ban dan Ancaman Graining
Berra mengungkapkan bahwa tingkat degradasi ban di Monza tergolong rendah, karena lintasan memungkinkan ban untuk 'bernafas' secara termal. Beban lateral tidak terlalu berat, dan energi yang dibutuhkan per lap termasuk yang terendah sepanjang tahun.

Kondisi ini menjaga suhu ban belakang tetap stabil, baik dengan kompon keras maupun lunak. Namun, kejutan terbesar justru datang dari kompon lunak C5 yang diperkirakan mampu bertahan dalam stint panjang, sehingga berpotensi digunakan dalam balapan.
Meski demikian, degradasi termal di ban belakang tetap menjadi faktor pembatas utama. Selain itu, muncul fenomena graining di ban depan akibat aspal Monza yang sangat halus dan menawarkan grip adhesif tinggi, memicu robekan kecil di permukaan ban.
Menuju Satu Pit Stop yang Dominan
Rendahnya degradasi ban mengarahkan tim pada strategi satu pit stop, diperkuat dengan waktu yang hilang di pit lane yang mencapai sekitar 24 detik. Berra menegaskan bahwa strategi dua pit stop bisa menjadi pilihan hanya jika ada Safety Car atau Virtual Safety Car.
Strategi tercepat di atas kertas adalah memulai dengan ban medium lalu beralih ke ban keras, dengan pit stop terjadi di sekitar lap ke-24 hingga ke-30. Opsi lain seperti soft-hard dan medium-soft diperkirakan lebih lambat beberapa detik.
Mayoritas pembalap diprediksi akan memulai balapan dengan ban medium karena menawarkan grip awal yang baik dan fleksibilitas stint. Jika Safety Car muncul di awal balapan, peluang untuk melakukan undercut atau perubahan strategi menjadi terbuka.
Yang menarik, Kimi Antonelli diprediksi akan menjalani strategi berbeda dalam usahanya bangkit dari posisi belakang, sebuah variabel yang bisa mengubah dinamika balapan. Sementara itu, Mercedes disebut Berra sebagai tim yang difavoritkan untuk menang di Monza, menambah tensi persaingan menuju GP Italia.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!