Insiden menegangkan di Tikungan 1 Sirkuit Lusail dalam sesi Tissot Sprint GP Qatar langsung memicu perdebatan panas di kalangan pandit motorsport internasional. Senggolan keras antara Marc Marquez dan Marco Bezzecchi tidak hanya mengandaskan peluang sang pembalap Italia, tetapi juga membelah opini para komentator televisi dari berbagai negara.
Berbeda jauh dengan pandangan di studio televisi Italia yang menuntut investigasi hukuman, mantan pembalap profesional sekaligus pengamat teknis televisi Swiss RSI, Roberto Rolfo, melontarkan analisis tajam yang membela manuver sang juara dunia delapan kali. Menurut Rolfo, pembalap Aprilia Racing tersebut mengambil risiko yang sama sekali tidak perlu di area trek yang tidak menyisakan ruang.
“Bezzecchi melakukan serangan yang terlalu berisiko di titik di mana sama sekali tidak ada ruang,” tegas Rolfo dalam ulasan teknisnya selepas balapan singkat akhir pekan ini.

Perseteruan narasi ini langsung direspons oleh pembalap pabrikan Ducati Lenovo Team tersebut. Peraih sembilan gelar juara dunia Grand Prix itu menegaskan bahwa dirinya tidak mungkin mengambil risiko konyol saat memimpin klasemen kejuaraan, terutama mengingat insiden serupa pernah terjadi sebelumnya di Mandalika.
“Saya selalu mengambil Tikungan 1 dengan racing line yang sama. Dialah yang gagal memperhitungkan seberapa cepat laju motornya saat memasuki tikungan dengan kecepatan tersebut. Dalam banyak hal, situasi ini mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia,” ungkap Marquez kepada awak media.
“Tentu saja saya tidak mencari-cari kontak saat berstatus sebagai pimpinan klasemen, dan bagaimanapun juga, pembalap yang berada di belakanglah yang memiliki kendali penuh atas situasi di depannya,” pungkas pembalap bernomor 93 tersebut setelah stewards memutuskan untuk tidak mengambil tindakan lanjutan setelah meninjau insiden.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!