Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen dan Oracle Red Bull Racing memperkenalkan perubahan signifikan pada RB22 di Grand Prix Jepang 2026, mencakup konfigurasi bodywork baru, revisi lantai, serta pembaruan sistem pendinginan rem belakang guna memperluas jendela performa mobil.
Perubahan Arah Desain Sidepod
Red Bull kembali menghadirkan evolusi desain sidepod, yang kini menjadi spesifikasi ketiga setelah dua konfigurasi sebelumnya digunakan sejak pengujian pramusim. Pada versi terbaru ini, tim mengadopsi pendekatan downsloping di bagian belakang sidepod, menggantikan konsep overhang yang digunakan sebelumnya.
Perubahan ini tidak hanya berdampak pada bentuk sidepod, tetapi juga memengaruhi karakter aliran udara di sekitar engine cover dan lantai. Secara aerodinamis, pendekatan ini diharapkan memberikan distribusi aliran yang lebih stabil menuju bagian belakang mobil.

Selain itu, ukuran dan bentuk inlet sidepod juga direvisi. Inlet kini lebih sempit dengan profil tepi yang disesuaikan, sekaligus mengubah struktur internal di area tersebut. Perubahan ini berdampak langsung pada desain undercut dan jalur aliran udara yang dikenal sebagai G-line.
Optimalisasi Undercut dan Aliran Udara
Revisi inlet menghasilkan perubahan signifikan pada geometri undercut. Area transisi antara sidepod dan lantai kini memiliki bentuk yang berbeda, memungkinkan aliran udara lebih bersih menuju bagian bawah mobil.
Perubahan ini juga memengaruhi karakter G-line, yang berperan dalam mengarahkan aliran udara sepanjang sisi mobil menuju diffuser. Dengan geometri baru, Red Bull berupaya meningkatkan efisiensi aliran sekaligus mengurangi gangguan turbulensi di area kritis.
Pembaruan Lantai dan Struktur Fence
RB22 juga mendapatkan pembaruan pada desain lantai, yang sebelumnya sudah memiliki konsep berbeda dibanding tim lain. Red Bull menggunakan struktur facade di bagian leading edge lantai, tempat fence dipasang.
Facade ini berhenti sebelum mencapai sasis, memungkinkan udara mengalir ke bawah lantai dengan lebih efektif. Pada spesifikasi terbaru, empat akar utama fence kini memiliki cabang tambahan yang berfungsi sebagai permukaan pelepasan vorteks.
Konfigurasi ini dirancang untuk mengelola vorteks secara lebih terkontrol, meningkatkan stabilitas aliran udara di bawah mobil, serta mendukung performa diffuser secara keseluruhan.
Revisi Brake Duct Belakang
Selain perubahan aerodinamika, Red Bull juga memperbarui desain brake duct belakang. Geometri inlet dan outlet disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pendinginan di sirkuit Suzuka, yang memiliki karakteristik pengereman dengan energi tinggi.
Penyesuaian ini tidak hanya berkaitan dengan pendinginan komponen rem, tetapi juga berkontribusi terhadap efisiensi aerodinamika di area roda belakang, yang sangat sensitif terhadap gangguan aliran udara.
Dalam dokumen presentasi teknis tim, disebutkan bahwa perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan material rem terhadap beban energi pengereman di Suzuka.
Implikasi Terhadap Performa RB22
Paket upgrade ini menunjukkan perubahan arah signifikan dalam filosofi aerodinamika Red Bull. Dengan menggabungkan desain sidepod baru, revisi lantai, dan optimalisasi pendinginan, tim berupaya meningkatkan konsistensi performa di berbagai kondisi lintasan.
Pendekatan ini juga menegaskan bahwa RB22 masih dalam fase pengembangan agresif, di mana Red Bull terus mengeksplorasi solusi untuk mengatasi keterbatasan performa yang muncul di awal musim.
Dengan memasuki fase berikutnya musim 2026, efektivitas paket ini akan menjadi indikator penting dalam menentukan apakah Red Bull mampu kembali bersaing di barisan terdepan melawan rival utama mereka.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!