Red Bull Racing mengakui adanya masalah teknis besar pada RB22 yang membatasi performa tim selama fase awal Formula 1 2026. Direktur teknis Pierre Waché bahkan meminta maaf karena solusi terhadap masalah tersebut baru bisa diterapkan menjelang Grand Prix Miami.
RB22 tampil tidak kompetitif dalam tiga seri pembuka musim dan kesulitan bersaing di barisan depan. Situasi mulai berubah di Miami ketika Max Verstappen langsung merasakan peningkatan karakter mobil sebelum akhirnya start dari baris depan grid.
Sebagai bagian dari paket upgrade besar di Miami, Red Bull melakukan perubahan total pada steering rack setelah menemukan sumber utama masalah yang memengaruhi handling mobil sepanjang awal musim.

“Pertama kami harus memastikan memang ada masalah.”
“Setelah itu kami harus menemukan asal masalahnya, dan proses tersebut membutuhkan waktu lama.”
Secara teknis, steering rack memiliki peran vital dalam respons kemudi, kestabilan front-end, serta komunikasi antara ban depan dan pembalap. Ketika area tersebut tidak bekerja optimal, pembalap dapat kehilangan presisi saat entry corner maupun stabilitas dalam perubahan arah cepat.
Waché mengungkapkan bahwa Red Bull sebenarnya telah memahami adanya indikasi masalah sebelum jeda kalender April. Namun, pengembangan solusi dan produksi komponen baru membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan.
“Saya minta maaf karena kami tidak memperbaikinya lebih cepat.”
“Kami mencoba banyak solusi berbeda dan semuanya tidak berhasil.”
Menurut Waché, jeda lima pekan sebelum Miami memberikan waktu penting bagi tim untuk memproduksi komponen baru yang akhirnya berhasil menyelesaikan sebagian besar problem RB22. Tanpa jeda tersebut, upgrade kemungkinan tidak akan siap digunakan pada seri Bahrain dan Jeddah.
Peningkatan performa Red Bull di Miami juga memperlihatkan pentingnya stabilitas platform mekanis dalam era regulasi ground effect modern. Ketika pembalap mulai kembali mendapatkan rasa percaya diri pada front-end mobil, efisiensi aerodinamika dan pengelolaan ban dapat meningkat secara signifikan.
Meski Verstappen menunjukkan progres kompetitif di Miami, Red Bull masih menghadapi tantangan untuk mengejar konsistensi penuh sepanjang musim. Grand Prix Kanada diperkirakan akan menjadi indikator penting apakah solusi terbaru RB22 benar-benar cukup untuk membawa tim kembali bersaing secara reguler melawan rival utama seperti McLaren, Ferrari, dan Mercedes.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!