Aragon selalu punya tempat spesial di hati Marc Marquez. Sirkuit yang terletak di Spanyol timur laut itu kembali menjadi saksi bisu bagaimana pembalap berjuluk The Baby Alien ini menegaskan statusnya sebagai penguasa absolut. Hingga musim balap 2026, Marquez telah mengoleksi total delapan kemenangan di MotorLand Aragon, menjadikannya pembalap paling sukses dalam sejarah Grand Prix di sirkuit tersebut.
Perjalanan panjang Marquez di Aragon dimulai jauh sebelum ia menjadi raja MotoGP. Pada 2011, saat masih berkompetisi di kelas Moto2, ia sudah merasakan manisnya podium tertinggi di lintasan sepanjang 5,1 kilometer itu. Kemenangan pertamanya itu menjadi fondasi dari dominasi yang akan ia bangun selama lebih dari satu dekade.

Begitu melangkah ke kelas utama, Marquez seolah menemukan rumah keduanya. Bersama Repsol Honda, ia meraih lima kemenangan beruntun di Aragon pada 2013, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Momen itu menjadi era keemasan, di mana Marquez tampil nyaris sempurna di tikungan kiri khas sirkuit yang berputar melawan arah jarum jam tersebut.

Namun, takdir sempat menguji. Cedera parah yang dialaminya membuat Marquez harus melewati masa-masa sulit dan jauh dari kemenangan. Tapi, pembalap asal Cervera itu membuktikan bahwa ia bukan tipe orang yang mudah menyerah. Pada 2024, bersama Gresini Racing, Marquez kembali ke puncak podium Aragon, menandai kebangkitannya yang luar biasa. Kemenangan itu seakan menjadi pesan bahwa sang raja belum lengser.
Musim 2026 menjadi babak baru dalam kisah cinta Marquez dengan Aragon. Kini berseragam Ducati Lenovo, ia kembali menaklukkan sirkuit favoritnya tersebut, melengkapi koleksi kemenangannya menjadi delapan. Dengan tujuh di antaranya di kelas MotoGP, rekor ini terasa semakin sulit untuk didekati, apalagi dipecahkan, oleh pembalap lain dalam waktu dekat. Karakteristik Aragon yang menuntut keberanian di tikungan kiri memang selalu menjadi ladang subur bagi gaya balap khas Marquez.

Rekor delapan kemenangan di satu sirkuit yang sama bukan hanya angka. Itu adalah bukti nyata bagaimana seorang pembalap bisa membangun hubungan istimewa dengan sebuah lintasan. Bagi Marquez, Aragon bukan sekadar sirkuit, melainkan kanvas tempat ia melukis mahakarya-mahakarya balapnya. Dan hingga kini, belum ada yang mampu menghapus namanya dari singgasana tersebut.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!