Setelah menyelesaikan shakedown awal pekan lalu, Project Rally One resmi memulai hari pertama pengujian penuh di wilayah Alsace, Prancis, pada Selasa (tanggal). Mantan pembalap pabrikan Citroen, Stephane Lefebvre, dipercaya mengemudikan sasis nomor satu dalam agenda uji coba yang berlangsung tiga hari tersebut.
Alain Penasse dari Project Rally One mengungkapkan kepuasan tim atas kelancaran proses roll-out dan shakedown pekan lalu. "Kami menempuh 350 kilometer di dua sirkuit berbeda—satu di Prancis dan satu lagi di Jerman—tanpa kendala berarti pada mobil. Seperti kata Lionel Hansen, pemimpin proyek: 'Mobil ini lahir dengan baik'," ujarnya kepada DirtFish.
Setelah shakedown berjalan mulus, fokus kini beralih ke pengujian sesungguhnya. "Kami sudah menjadwalkan tanggal pengujian ini sejak awal dan semuanya berjalan sesuai rencana," tambah Penasse. Kehadiran Lefebvre di kokpit bukan tanpa alasan. Meski keputusan line-up pembalap untuk masa depan belum diambil, pengalamannya yang luas dengan mobil Rally2 dari Toyota, Citroen, dan Hyundai dinilai sangat berharga untuk tahap awal pengembangan ini.

"Stephane mengenal karakter mobil-mobil tersebut dengan baik. Ia paham di mana letak performa dan perilaku mobil, serta level yang harus dicapai saat ini," jelas Penasse. Namun ia menegaskan, "Ini pengujian yang sangat awal, belum waktunya menggali lebih dalam soal performa."
Soal potensi tampil di Rallye Monte Carlo tahun depan, Penasse memastikan rencana itu masih dalam pertimbangan. "Belum ada perubahan, tetapi kami memang berencana memperkenalkan mobil ini kepada media dalam waktu dekat," katanya. Ia juga mengonfirmasi bahwa sasis pertama ditenagai mesin dari Skoda Fabia RS Rally2, namun itu bukan pilihan jangka panjang. "Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, kami punya peluang untuk mengembangkan dan menghomologasi mesin sendiri," pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!