Oscar Piastri mengaku tidak bisa menjelaskan penyebab kehilangan performa yang drastis di Grand Prix Belanda, Minggu lalu. Padahal, pembalap McLaren itu tampil meyakinkan sepanjang akhir pekan di Zandvoort, nyaris menyamai catatan waktu Lando Norris di kualifikasi sprint dan kualifikasi utama.
Start Piastri memang menjanjikan. Setelah restart pasca red flag di lap pertama, ia berhasil melewati Charles Leclerc dan kemudian melakukan manuver impresif melewati George Russell di Tikungan 7 untuk naik ke posisi ketiga. Namun, performanya mulai menurun setelah stint pertama, terutama saat menggunakan ban keras.
Dua kali pit stop McLaren yang lambat juga membuatnya kehilangan waktu berharga. Leclerc akhirnya melewatinya di Tikungan 1 pada lap 34, disusul Lewis Hamilton satu lap kemudian dengan manuver yang hampir identik. Piastri pun harus puas finis keenam, tidak mampu mengejar laju Ferrari di depannya.

“Menyesal, tentu saja,” ujarnya kepada Sky Sports F1. “Lap pertama bagus, atau setelah red flag bagus, dan stint pertama terasa oke. Tapi setelah itu saya tidak punya apa-apa. Saya tidak tahu kenapa, tapi banyak yang perlu diselidiki.” Saat ditanya apakah masalahnya terkait ban tertentu, ia menjawab singkat: “Pace. Saya tidak punya jawaban lebih dari itu saat ini.”
Kesulitan Piastri kontras dengan performa Norris yang juga menghadapi balapan sulit, namun mampu mengatasi tekanan. Norris sempat kehilangan posisi terdepan dari Kimi Antonelli saat start kedua, tetapi dengan ban lebih segar ia mengejar dan melewati pembalap Mercedes itu di Tikungan 1 pada lap 54. Ia kemudian mengambil alih pimpinan dari Hamilton dan menang dengan selisih 11,5 detik.
Andrea Stella, prinsipal McLaren, mengakui perilaku ban sulit dipahami sepanjang akhir pekan. “Ban tidak mudah akhir pekan ini. Beberapa tim sangat baik dengan ban soft, kami sedikit lebih baik dengan ban hard. Dan kadang ban bisa benar-benar hilang grip, seperti yang terjadi di stint kedua Oscar. Jadi sulit dipahami. Saya pikir Lando melakukan pekerjaan lebih baik dari siapa pun, dan dia pantas menang,” kata Stella. Ia juga menambahkan bahwa kondisi trek yang licin justru cocok dengan gaya balap Norris.
Hasil ini memperpanjang tren positif Norris di klasemen, sementara Piastri harus segera menemukan jawaban atas masalah pace-nya. Dengan beberapa balapan tersisa, McLaren perlu memastikan kedua pembalapnya konsisten jika ingin mempertahankan peluang gelar juara, terutama melawan tekanan dari Ferrari dan Mercedes yang semakin dekat.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!