Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menanggapi pernyataan Pecco Bagnaia menjelang Grand Prix Austria 2025, menegaskan bahwa sang pembalap harus beradaptasi dengan motor Desmosedici GP25. Meski Bagnaia berada di posisi ketiga klasemen, ia kesulitan menemukan ritme, berbeda dengan rekan setimnya, Marc Marquez, yang langsung nyaman dengan motor. Analisis mendalam pernyataan Tardozzi menyoroti tantangan Bagnaia di Red Bull Ring. Akankah ia bangkit?
Bagnaia, juara dunia tiga kali, mengaku GP25 lebih cocok dengan gaya balap Marquez, yang memimpin klasemen. Dalam wawancara dengan Sky, Tardozzi menilai masalah Bagnaia tidak terlalu serius. “Hasil menunjukkan Pecco masih punya jiwa juara. Di balapan terakhir, meski kesulitan di pagi hari, ia meraih pole position sejam kemudian,” ujarnya. Namun, Tardozzi mengakui kurangnya harmoni antara Bagnaia dan motornya. “Jelas, kami harus menemukan keseimbangan. Sekarang, Pecco harus beradaptasi dengan motor kami, dan saya yakin ia bisa tampil baik di Austria,” tambahnya.

Marquez menunjukkan adaptasi instan dengan GP25, memimpin FP1 Austria dengan 1:29.376, diikuti Bagnaia di posisi kedua (1:29.686). Meski tertinggal 0,310 detik, Bagnaia tetap menjadi ancaman, terutama dengan rekor tiga kemenangan beruntun di Red Bull Ring. Tardozzi optimistis Bagnaia dapat menemukan solusi di lintasan ini, yang dikenal menguntungkan Ducati karena lurusan panjang dan kecepatan tingginya.
Tardozzi juga mengomentari lintasan Balaton Park, yang akan menjadi tuan rumah Grand Prix Hungaria minggu depan. Setelah tes privat Ducati, ia menyebut lintasan tersebut “sedikit kecil” dan kurang lebar untuk standar MotoGP. “Para juara MotoGP akan beradaptasi, tapi lintasan ini tidak ideal untuk motor kami,” katanya. Pernyataan ini menambah konteks tantangan adaptasi yang dihadapi Bagnaia di lintasan teknis.
Dengan tekanan untuk beradaptasi, Bagnaia menghadapi ujian besar di Red Bull Ring. Penampilan kuat di FP1 menunjukkan potensinya, tetapi konsistensi akan menjadi kunci untuk mengejar Marquez di klasemen. Analisis mendalam menunjukkan bahwa kemampuan Bagnaia menyesuaikan gaya balapnya dengan GP25 akan menentukan peluangnya di paruh kedua musim. Bisakah ia menjawab tantangan Tardozzi dengan kemenangan di Austria?
Untuk pembaruan terkini tentang MotoGP dan perkembangan pembalap, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
56 |
|
2
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
45 |
|
3
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
42 |
|
4
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
37 |
|
5
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
34 |
|
6
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
33 |
|
7
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
29 |
|
8
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
13 |
|
9
|
|
Brad Binder
Red Bull KTM Factory Racing
|
13 |
|
10
|
|
Franco Morbidelli
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
12 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
64 |
|
2
|
|
Ducati
|
47 |
|
3
|
|
KTM
|
42 |
|
4
|
|
Honda
|
16 |
|
5
|
|
Yamaha
|
8 |
Read Also
Francesco Bagnaia nearly misses Q2 at MotoGP COTA 2026 due to technical issues but remains confident for the race weekend.
Starting grid for MotoGP Sprint COTA 2026 led by Fabio Di Giannantonio, with Bezzecchi and Acosta on the front row.
Full schedule of MotoGP United States 2026 at COTA in US local time, plus official viewing options and key championship context.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!