SPONSORED

Pedrosa: DNA Marquez Lebih Cocok Jadi Pemimpin daripada Pemburu

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Pedrosa: DNA Marquez Lebih Cocok Jadi Pemimpin daripada Pemburu
TO NEWS OVERVIEW
Pedrosa: DNA Marquez Lebih Cocok Jadi Pemimpin daripada Pemburu

Dani Pedrosa tidak pernah kehilangan kata-kata ketika diminta menganalisis aksi Marc Marquez di MotoGP San Marino. Legenda Spanyol itu menyebut kemenangan Marquez di Misano sebagai bukti bahwa DNA pembalap Gresini Racing tersebut lebih cocok menjadi pemimpin klasemen ketimbang seorang pemburu.

“Di bawah tekanan, Marc adalah fenomena. Dia berhasil memangkas lebih banyak poin di sirkuit ini, bukan hanya dari Bezzecchi yang jatuh, tapi juga dari Martin yang tidak menjalani akhir pekan ideal,” ujar Pedrosa kepada DAZN. “Tapi pada akhirnya, Marc-lah yang membawa pulang poin terbanyak. Balapan yang hebat, dan dia bereaksi sangat baik karena mendapat tekanan luar biasa dari Alex.”

Menurut Pedrosa, kunci kemenangan Marquez terletak pada fokusnya yang luar biasa sepanjang akhir pekan. “Marc begitu fokus karena seluruh akhir pekan difokuskan pada mereka berdua. Dia sangat terpaku pada apa yang akan dilakukan Bezzecchi, pada apa yang bisa dia lakukan melawan Bezzecchi. Jadi ketika Bezzecchi jatuh, semua rencana buyar dan dia harus melakukan reset, menyusun ulang strategi dengan cara berbeda. Dan sebagai pemimpin, dia harus bisa membaca balapan,” jelasnya.

Di Giannantonio Brake Issue Ruins Misano MotoGP, Finishes Seventh
Read AlsoDi Giannantonio Brake Issue Ruins Misano MotoGP, Finishes Seventh

Pedrosa juga menyoroti bagaimana Marquez memanfaatkan momen kritis setelah Bezzecchi tersingkir. “Mungkin dia mengikuti papan pit. Saat itu Martin mengambil alih posisi terdepan, tapi dia sadar Alex tidak jauh di belakang. Dia berusaha membuat grup depan lebih rapat. Setelah menemukan sensasi balapnya lagi, dia mengeluarkan versi terbaik Marc di Misano untuk meraih kemenangan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Tak lupa, Pedrosa memberi apresiasi kepada Pedro Acosta yang finis ketiga. “Pedro Acosta menjalani balapan luar biasa. Dia menutup akhir pekan dengan hasil hebat, melanjutkan performa impresif di Aragon sebelumnya. Ini menunjukkan konsistensinya sebagai rookie,” puji Pedrosa.

Di kubu Aprilia, hasil kurang memuaskan harus diterima. Bezzecchi membuat kesalahan yang membuatnya berakhir di kerikil, sementara Jorge Martin mengalami masalah fisik dan hanya finis kelima. “Jorge tidak memiliki akhir pekan yang ideal, meski kemarin dia menyelamatkannya dengan baik lewat posisi ketiga. Tapi tetap saja, ini bukan performa yang dia inginkan untuk melawan kecepatan Marc saat ini,” ungkap Pedrosa.

Dengan hasil ini, Marquez kini memimpin klasemen sementara, berbagi poin dengan Martin. Pedrosa menilai bahwa rival-rival Marquez turut membantu dengan kesalahan yang mereka buat. “Bezzecchi banyak melakukan kesalahan, mungkin Martin juga, tidak sebanyak Bezzecchi, tapi performanya tidak seperti yang diharapkan. Marc mengambil semua poin yang dia bisa, dan rival-rivalnya juga memberikannya secara cuma-cuma,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU