Pedro Acosta langsung menggebrak lintasan sejak hari pertama dan mengamankan posisi keempat pada sesi latihan hari Jumat, yang membawanya melangkah langsung secara otomatis ke Q2. Pembalap muda asal Spanyol ini mengakui bahwa dirinya harus puas menjadi yang tercepat di grup pemburu di belakang dominasi motor pabrikan Noale. Berdasarkan pantauan langsung di paddock, sang pembalap muda andalan KTM ini tampil solid meskipun masih terpaut jarak waktu yang cukup signifikan dari para pesaing terdepan.
Kecepatan luar biasa diperlihatkan oleh para pengguna mesin V4 Italia, di mana Raul Fernandez keluar sebagai yang tercepat, diikuti ketat oleh Marco Bezzecchi serta Jorge Martin. Menanggapi hasil positif ini, Acosta tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya karena mampu mengamankan target utama tanpa drama berlebih, bahkan berhasil mengungguli calon rekan setimnya musim depan sekaligus penantang gelar juara dunia, Marc Marquez, di sesi penentuan tersebut.
Dalam sesi wawancara eksklusif bersama media, Acosta membeberkan detail performa motornya yang menunjukkan progres meyakinkan sejak sesi latihan pagi hari. Menurutnya, masalah traksi dan cengkeraman ban sudah jauh membaik, meskipun ia sempat mengalami kendala teknis pembatalan catatan waktu akibat berkibarnya bendera kuning di menit-menit akhir. Ia bahkan sempat melontarkan kritik ringan terkait regulasi format baru yang berpotensi memicu masalah serupa di masa mendatang.

"Pada akhirnya, saya sangat senang. Hari ini saya menyamai catatan waktu putaran kualifikasi saya dari tahun lalu. Kami adalah yang terbaik dari yang tersisa, setelah Aprilia. Itu adalah sesuatu yang patut disyukuri, tetapi kami masih tertinggal jauh. Kecepatan yang ditunjukkan oleh Aprilia sangat luar biasa, terutama Raul. Dia mencatatkan waktu putaran yang sangat bagus di akhir sesi pra-kualifikasi. Kami memang masih tertinggal, tetapi posisi kami sama sekali tidak buruk," ujar Acosta menjelaskan situasi persaingan di lintasan.
Menatap sisa akhir pekan ini di Mandalika, sang pembalap bertekad untuk menghindari kesalahan fatal yang membuatnya kehilangan poin berharga seperti insiden pahit di Motegi sebelumnya. Analisis data menunjukkan bahwa dirinya masih kehilangan waktu krusial di sektor tertentu, terutama pada tikungan-tikungan yang menuntut kestabilan ekstra pada ban depan motor. Tim mekanik kini bekerja keras mencari solusi agar ia bisa memberikan perlawanan sengit dan bertarung di barisan terdepan dalam balapan utama nanti.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!