Menjelang Supercars Enduro Cup, isu paritas kembali mencuat. Hasil mengejutkan dari Ipswich Super440 memicu spekulasi bahwa Supercars akan melakukan tinjauan paritas untuk Chevrolet Camaro dan Toyota Supra, meski belum ada konfirmasi resmi dari penyelenggara.
Di Ipswich, Ford Mustang tampil perkasa dengan menyapu bersih podium di ketiga balapan dan mengunci sembilan dari sepuluh posisi di Shootout pada Minggu. Dominasi ini menjadi salah satu yang paling timpang sepanjang musim, memicu kekhawatiran dari kubu Camaro yang mengeluhkan understeer di tikungan kecepatan tinggi dan ketidakstabilan saat pengereman.
Sistem tinjauan paritas baru Supercars yang diperkenalkan tahun 2026 menggunakan data waktu lap dan hasil balapan dari setiap pabrikan, berdasarkan rata-rata bergulir enam balapan. Kategori ini diwajibkan melakukan tinjauan jika selisih yang dihitung berada di luar ambang batas 0,1 detik per lap 60 detik. Namun, premis kategori tetap pada paritas teknis, bukan Balance of Performance berbasis olahraga, dan perubahan hanya dilakukan jika Supercars yakin ada alasan kuat.

Camaro telah mengalami dua perubahan paritas awal tahun ini di Ruapuna dan Symmons Plains, yang dilakukan untuk mengoreksi keseimbangan aerodinamika yang ditetapkan dalam pengujian terowongan angin musim dingin. Kekalahan telak di Ipswich pun memicu seruan baru untuk meninjau paritas aerodinamika dari kubu Camaro.
Supercars kini berada di persimpangan jalan karena rekomendasi penyesuaian paritas hanya dapat diterapkan jika diidentifikasi sebelum Enduro Cup. Tahun lalu, Supercars menerapkan perubahan aerodinamika yang menguntungkan Ford menjelang pembuka Enduro Cup, yang bertepatan dengan perubahan hasil yang dramatis. Meski mendominasi musim 2026, Ford dan sebagian besar timnya khawatir akan kalah dari Camaro di trek lurus pada Bathurst 1000 yang krusial.
Selain itu, Supercars belum mengonfirmasi apakah pengujian tekanan barometrik yang telah lama dijanjikan akan selesai dan hasilnya diterapkan sebelum Great Race. Saga tekanan barometrik mendominasi pekan Bathurst tahun lalu, ketika Supercars melakukan pengujian pendahuluan yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Menariknya, tim homologasi Ford Triple Eight tidak menganggap pengujian tersebut kritis dan percaya diri menghadapi Mount Panorama.
Ketiga mobil telah berlaga di sirkuit tersebut tahun ini, dengan Supercars melakukan evaluasi paritas di Bathurst 12 Hour pada Februari. Perbedaan performa akibat tekanan barometrik juga akan berdampak pada Toyota Supra yang bermesin double-overhead camshaft. Sepanjang musim, pemicu paritas Toyota dikesampingkan dengan alasan mesinnya masih dalam pengembangan. Namun, keandalan tetap menjadi tanda tanya besar setelah peluncuran mesin Toyota B-spec di Ipswich, di mana Chaz Mostert mengalami kegagalan bearing bottom-end. Kubu Ford juga mulai fokus pada keandalan setelah beberapa kegagalan di Queensland Raceway, termasuk pada mobil Grove Racing, Dick Johnson Racing, dan Triple Eight.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!