SPONSORED

Oscar Piastri Kritik Mesin F1 2026 Usai Masalah George Russell di Belgia

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Oscar Piastri Kritik Mesin F1 2026 Usai Masalah George Russell di Belgia TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Oscar Piastri menilai sejumlah skenario yang ditimbulkan power unit Formula 1 2026 menjadi cara yang buruk untuk menentukan hasil kualifikasi, setelah masalah energi kembali mengganggu George Russell di Grand Prix Belgia.

Russell mengalami kekurangan kecepatan lintasan lurus dalam dua akhir pekan terakhir. Persoalan tersebut mencapai titik paling menyakitkan di Belgia, ketika daya yang terbatas membuatnya kehilangan posisi pada lap pembuka sebelum terlibat tabrakan dengan Lewis Hamilton di Les Combes.

Masalah utama Russell berkaitan dengan energi baterai yang tersedia. Mobilnya tidak memulihkan energi dalam jumlah cukup ketika melewati tikungan, sehingga tenaga listrik yang dapat dilepaskan di lintasan lurus menjadi lebih kecil dibandingkan pembalap lain.

Red Bull Prepares Max Verstappen Wing Fix for 2026 Hungarian GP
Read AlsoRed Bull Prepares Max Verstappen Wing Fix for 2026 Hungarian GP

Dampaknya terlihat jelas pada kualifikasi. Russell kehilangan hampir empat persepuluh detik dari Kimi Antonelli hanya di sektor terakhir, meski performanya di sejumlah tikungan sebelumnya tidak jauh berbeda dari rekan setimnya tersebut.

ADVERTISEMENT

“Ketika posisi grid kualifikasi ditentukan oleh komputer yang bekerja atau tidak bekerja dengan baik, itu merupakan cara balapan yang cukup buruk,” kata Piastri.

Pembalap McLaren itu memahami mengapa Russell menyampaikan kritik dengan keras, meski menilai pembalap Mercedes tersebut mungkin menggambarkan situasinya secara lebih dramatis karena frustrasi. Menurut Piastri, sulit menerima hasil ketika seorang pembalap setara di tikungan tetapi tiba-tiba kehilangan waktu besar akibat pengelolaan sistem.

Regulasi 2026 menggunakan pembagian tenaga 50:50 antara mesin pembakaran internal dan sistem listrik. Formula 1 telah menyetujui perubahan untuk 2027 dan 2028 yang akan meningkatkan kontribusi mesin pembakaran serta mengurangi ketergantungan terhadap energi baterai.

ADVERTISEMENT

Namun, Piastri menilai perubahan pembagian tenaga tidak otomatis menyelesaikan persoalan yang dialami Russell. Ia menjelaskan bahwa masalah juga berasal dari kalibrasi mesin, proses pembelajaran sistem, dan cara perangkat lunak mengatur energi sepanjang putaran.

“Hal ini berkaitan dengan bagaimana sistem mengelola semuanya, bagaimana mesin dikalibrasi dan bagaimana sistem tersebut belajar. Masalah seperti itu sudah tertanam dalam mesin ini,” ujarnya.

Piastri menegaskan persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada Mercedes atau McLaren. Berdasarkan percakapannya dengan pembalap lain, seluruh produsen power unit menghadapi sensitivitas serupa, meski bentuk serta tingkat dampaknya dapat berbeda.

ADVERTISEMENT

Bahkan tindakan pembalap pada out-lap dapat memengaruhi bagaimana energi tersedia ketika putaran cepat dimulai. Kondisi itu membuat persiapan ban, pemulihan energi, kalibrasi mesin, dan strategi pelepasan tenaga menjadi rangkaian yang sangat saling bergantung.

Bagi Piastri, kompleksitas tersebut menjadi persoalan ketika performa pembalap tidak lagi sepenuhnya tercermin dalam catatan waktu. Produsen diperkirakan akan semakin memahami sistem seiring berjalannya musim, tetapi Grand Prix Belgia menunjukkan bahwa mesin 2026 masih dapat menentukan posisi melalui faktor yang sulit dikendalikan dari kokpit.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU