WRC, Sportrik Media - Oliver Solberg melontarkan kritik keras terhadap keputusan penyelenggara Safari Rally Kenya 2026 setelah perubahan rute pada etape Elmenteita menjelang akhir SS12. Pembalap Toyota Gazoo Racing tersebut menilai modifikasi yang dilakukan setelah reconnaissance berpotensi membahayakan kru yang melaju dengan kecepatan penuh.
Perubahan rute tersebut dilakukan oleh penyelenggara untuk membatasi kemungkinan pembalap memotong tikungan pada bagian akhir stage. Modifikasi tersebut dikomunikasikan kepada kru dan tim melalui video setelah sesi recce selesai. Namun, langkah ini memicu reaksi keras dari sejumlah pembalap karena mereka tidak memiliki kesempatan memeriksa ulang kondisi lintasan sebelum melewati area tersebut saat kompetisi berlangsung.
Solberg, yang saat itu memimpin reli, menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan standar keselamatan yang biasanya diterapkan dalam Kejuaraan Reli Dunia. Ia juga menyebut penempatan penanda rute setelah recce membuat kondisi lintasan berubah drastis, terutama ketika beberapa penanda hilang dan batu-batu mulai tersebar di jalur balap.

“Seriously, organizer and FIA, what they’ve done here at the end is unacceptable. Putting the sticks after recce, sending us a phone video. And now all the sticks are gone, there’s rocks everywhere, it’s dangerous,” ujar Solberg.
“ And they talk about safety, this is dangerous.”
Kritik serupa juga disampaikan oleh rekan setimnya di Toyota, Elfyn Evans, yang merasa perubahan rute tersebut kemungkinan besar berkontribusi pada dua puncture yang ia alami pada stage tersebut. Evans menilai kondisi lintasan menjadi tidak terprediksi setelah modifikasi dilakukan.
“It’s an absolute joke. They put all these things in the finish to stop us cutting, after the recce, and now the stones are everywhere,” kata Evans.
“I just went for the line and double puncture. It’s ridiculous. Completely out of order.”
Dalam Kejuaraan Dunia Reli FIA, perubahan rute setelah kru menyelesaikan dua kali recce termasuk jarang terjadi. Situasi seperti ini dapat menyulitkan pembalap karena mereka harus melewati bagian lintasan baru tanpa kesempatan mengecek garis balap sebelumnya.
Menanggapi kritik tersebut, juru bicara FIA menjelaskan bahwa perubahan dilakukan karena sejumlah peserta terlihat menyimpang dari jalur resmi selama reconnaissance. Berdasarkan Pasal 19.2 Regulasi Olahraga WRC, penyelenggara kemudian memasang pembatas dan pita tambahan pada 1,13 km terakhir SS12/15 serta 0,9 km terakhir SS13/16 untuk memastikan kru tetap mengikuti rute yang telah ditentukan.
FIA juga menyatakan bahwa perubahan tersebut telah dikomunikasikan melalui Communication No.8 oleh Clerk of the Course pada 13 Maret, disertai distribusi rekaman video kepada seluruh peserta agar mereka dapat menyesuaikan pace notes sebelum stage dimulai.
Kontroversi ini menambah ketegangan pada jalannya Safari Rally Kenya, salah satu reli paling menantang dalam kalender WRC. Dengan sejumlah etape tersisa, perhatian kini tertuju pada bagaimana tim dan penyelenggara memastikan keselamatan sekaligus menjaga integritas kompetisi pada sisa jalannya reli.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!