Franco Morbidelli tidak bisa menyembunyikan kekesalannya setelah menerima hukuman long lap penalty untuk balapan San Marino di Sirkuit Misano. Pembalap VR46 Ducati itu dinilai menghalangi Enea Bastianini yang sedang melaju cepat di sesi latihan. Keputusan steward yang menyebut "pelanggaran berulang" musim ini membuat Morbidelli angkat bicara.
"Saya lebih bodoh dari pembalap lain, kurang piawai dalam situasi seperti ini," ujarnya kepada media Italia di Misano, Sabtu. "Tapi aturan ini seharusnya foolproof jika memang untuk keselamatan. Kalau hanya untuk bersenang-senang, maka yang bodoh akan lebih banyak membayar."
Morbidelli lantas membandingkan dengan Formula 1. Menurutnya, F1 memiliki sistem peringatan yang jauh lebih baik. "Saat menonton F1, pembalap selalu mendapat informasi tentang siapa yang datang dari belakang dan seberapa jauh, lewat radio," jelasnya. "Itu membuat saya tersenyum, karena mereka punya spion dan empat roda, sedangkan kami dua roda tanpa spion. Kami harus menoleh cepat-cepat, siap menyingkir."

Ia yakin solusi tepat adalah kombinasi pesan di dashboard, radio, dan bendera biru. "Menurut saya, itu akan menyelesaikan masalah menjengkelkan ini," tegasnya. "Sangat frustasi ketika performa bagus hilang karena hukuman yang tidak merusak performa sebenarnya."
MotoGP memang berencana memperkenalkan sistem radio di masa depan, namun belum jelas apakah akan mencakup peringatan lalu lintas. Morbidelli sendiri harus memulai balapan dari posisi sulit setelah finis ke-12 di sprint. "Balapan besok sudah selesai: dengan long lap dan performa saya di Grand Prix, saya tidak tahu apakah bisa masuk poin," tutupnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!