SPONSORED

Montoya: Mercedes Seharusnya Double-Stack Russell demi Kemenangan

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Montoya: Mercedes Seharusnya Double-Stack Russell demi Kemenangan
TO NEWS OVERVIEW
The opening phase of the race the trio of Antonelli, Russell and Verstappen merely separated by seconds

George Russell mungkin finis di posisi kedua pada Grand Prix Italia, tetapi Juan Pablo Montoya percaya bahwa Mercedes seharusnya melakukan double-stack untuk memberi Russell peluang lebih baik meraih kemenangan. Menurut Montoya, keputusan tim saat Virtual Safety Car (VSC) menjadi titik krusial yang membuat Russell kehilangan kesempatan emas.

Momen VSC terjadi di tengah balapan yang sudah berjalan menegangkan. Saat itu, George Russell memimpin jalannya lomba, tetapi Mercedes justru memprioritaskan pit stop untuk Andrea Kimi Antonelli yang start dari posisi 19. Montoya, dalam acara pasca-balapan F1 TV, menegaskan bahwa Russell seharusnya menjadi prioritas utama.

“Dia memimpin dan seharusnya mendapat prioritas pit stop,” ujar Montoya. “Ketika VSC muncul saat itu, lebih cepat berhenti daripada tetap di lintasan. Mereka seharusnya menghentikannya, melakukan double-stack, dan Russell keluar di depan Antonelli. Saya tidak bilang Antonelli tidak akan mengejar dan menang, tapi itu akan menjadi pertarungan ketat seperti yang kita lihat sebelumnya. Akan menjadi balapan yang sangat seru bagi kita semua di akhir,” tambahnya.

Alonso: Monza No Longer Deserves Temple of Speed Title
Read AlsoAlonso: Monza No Longer Deserves Temple of Speed Title

Strategi yang berbeda menjadi sorotan utama: Russell memakai satu kali pit stop (one-stop), sementara Antonelli memilih dua kali (two-stop). Saat itu, Mercedes tidak yakin strategi mana yang terbaik. Mengingat Antonelli start dari P19 dan Russell dari baris terdepan, kemenangan Antonelli sulit diprediksi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Toto Wolff mengakui bahwa strategi dua pit stop terbukti lebih baik, namun tim tidak menyangka hal itu terjadi. “Strategi dua pit stop adalah yang terbaik, tapi kami tidak mengira demikian,” kata Wolff kepada Sky Sports F1. “Jadi itu bagus untuknya. Tapi hari ini tidak ada yang bisa menghentikannya. George berjuang dengan ban yang aus di akhir, jadi saya sangat senang dengan hasil satu-dua ini,” ucapnya.

Mercedes sempat menghadapi beberapa pertarungan sengit antara kedua pembalapnya. Pada akhirnya, mereka diperintahkan untuk menjaga jarak dan tidak mengambil risiko saling menyerang. Antonelli melesat di depan, didorong oleh balapan di kandang sendiri. Pembalap berusia 20 tahun itu meraih kemenangan bersejarah, menjadi orang Italia pertama yang memenangkan balapan kandangnya dalam 60 tahun terakhir.

“Tidak, George menggunakan ban keras dan kami harus melakukan satu kali pit stop, jadi tidak ada peluang,” tambah Wolff ketika ditanya apakah Russell punya opsi lain yang lebih baik. Dengan hasil ini, Russell harus puas dengan podium kedua, sementara Antonelli mencatatkan namanya dalam sejarah F1.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU