Mantan presiden Ferrari, Luca di Montezemolo, melontarkan kritik keras terhadap peluncuran mobil listrik pertama pabrikan Italia tersebut setelah debut Ferrari Luce memicu reaksi negatif dari publik dan pasar. Mobil full-electric terbaru Ferrari itu dinilai gagal merepresentasikan identitas historis merek yang selama puluhan tahun identik dengan performa mesin pembakaran internal dan karakter emosional khas Maranello.
Ferrari memperkenalkan Luce pekan ini sebagai bagian dari transformasi strategis perusahaan menuju elektrifikasi global. Namun, respons awal justru dipenuhi kritik, terutama terkait desain dan filosofi kendaraan yang dianggap terlalu menyerupai produk EV premium lain di pasar. Sejumlah pengamat otomotif Italia bahkan menyebut mobil tersebut kehilangan DNA visual dan teknis yang selama ini menjadi ciri utama Ferrari.
Kritik semakin tajam setelah harga mobil diumumkan berada di kisaran €550.000. Banyak pihak mempertanyakan positioning produk tersebut di tengah meningkatnya persaingan kendaraan listrik performa tinggi dari berbagai produsen global. Reaksi pasar juga langsung terlihat melalui penurunan harga saham Ferrari di bursa Italia dan Amerika Serikat sesaat setelah presentasi resmi dilakukan.


Montezemolo, yang memimpin Ferrari selama 23 tahun dalam era kejayaan Formula 1 dan bisnis jalan raya, menjadi salah satu sosok paling vokal dalam menentang arah baru perusahaan tersebut. Ia menilai Ferrari berisiko merusak status legendaris yang telah dibangun selama beberapa dekade.
“Jika saya mengatakan apa yang benar-benar saya pikirkan, saya akan merugikan Ferrari,” ujar Montezemolo.
“Sangat mungkin sebuah mitos sedang dihancurkan di sini. Saya harap mereka setidaknya melepas logo Ferrari. Saya cukup yakin bahkan pabrikan China pun tidak akan menyalin mobil ini.”
Komentar tersebut memperlihatkan kekhawatiran internal terhadap perubahan identitas Ferrari di era elektrifikasi. Selama bertahun-tahun, Ferrari membangun reputasinya melalui kombinasi performa mesin naturally aspirated, suara khas V8 dan V12, serta keterkaitan langsung dengan teknologi balap Formula 1. Pergeseran menuju EV penuh dinilai menjadi tantangan besar karena dapat mengubah pengalaman emosional yang selama ini menjadi nilai jual utama brand tersebut.
Tekanan terhadap Ferrari juga datang di tengah perubahan besar industri otomotif global. Sejumlah produsen supercar kini mulai mempercepat proyek elektrifikasi untuk memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat di Eropa dan pasar internasional lainnya. Namun, Ferrari menghadapi kompleksitas tambahan karena basis konsumennya selama ini sangat terikat pada karakter suara mesin, distribusi tenaga mekanis, dan filosofi performa tradisional.
Peluncuran Luce kini menjadi ujian penting bagi Ferrari dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan teknologi masa depan dan identitas historis merek. Reaksi keras dari Montezemolo menunjukkan bahwa transformasi elektrifikasi Ferrari tidak hanya menjadi isu bisnis, tetapi juga menyentuh aspek warisan dan citra yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!