Miguel Oliveira mengaku putaran WorldSBK di Magny-Cours menjadi salah satu akhir pekan terberatnya sepanjang musim debutnya di ajang tersebut. Pembalap asal Portugal itu harus puas dengan hasil yang jauh dari harapan, setelah mengalami crash di Race 1 dan penalti di Race 2 yang membuatnya turun ke posisi 15.
Bagi Oliveira, adaptasi dengan sirkuit-sirkuit WorldSBK memang bukan perkara mudah. Berbeda dengan MotoGP yang sudah ia kenal luar dalam, banyak trek di WorldSBK justru asing baginya. Magny-Cours, bersama Most, Donington Park, Cremona, dan Estoril, tidak pernah masuk dalam kalender MotoGP yang ia hafal sejak lama.
“Tantangan terbesar adalah beradaptasi dengan trek WorldSBK yang memiliki lebih banyak tikungan kecepatan rendah dan zona pengereman keras, dibandingkan layout MotoGP yang lebih mengalir,” ujar Oliveira kepada media pada Kamis sebelum balapan.

Perjalanan Berliku di Magny-Cours
Kesulitan itu langsung terasa sejak Race 1. Oliveira harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah terjatuh di Tikungan 8 pada lap kelima. Namun, di Superpole Race, performanya membaik. Ia finis di posisi 12, mengungguli rekan setimnya, Danilo Petrucci, yang berada di posisi 16. Sayangnya, di Race 2, Oliveira yang sempat finis ke-13 di trek harus rela turun ke posisi 15 setelah mendapatkan penalti tiga detik karena memotong trek tanpa kehilangan waktu yang cukup.
Meski hasil akhirnya mengecewakan, Oliveira menegaskan bahwa hasil mentah bukanlah prioritas utama pada putaran ini maupun sisa musim. Ia justru fokus pada pengembangan jangka panjang bersama tim ROKiT BMW Motorrad WorldSBK, terutama setelah kontrak barunya diumumkan sebelum akhir pekan balapan.
“Hasil mentah itu nomor dua,” tegasnya sebelum balapan. Oliveira sadar bahwa memaksakan perkembangan motor mungkin menjadi salah satu penyebab crash-nya di Race 1. Namun, ia tetap melihat sisi positif dari pengalaman yang ia kumpulkan.
“Kami menggunakan sisa balapan ini untuk memvalidasi pengaturan dasar motor, menerima risikonya, dan membangun kepercayaan diri untuk tahun depan,” jelasnya.
Refleksi dan Target ke Depan
Mengenai akhir pekan di Magny-Cours, Oliveira mengaku banyak pelajaran berharga yang bisa diambil. “Akhir pekan ini mungkin salah satu yang terberat musim ini. Kami mencari performa, kecepatan murni, dan ritme. Kami menemukannya sedikit di Superpole Race, tetapi pada sore hari kondisinya berubah dan menjadi lebih rumit,” katanya.
“Hal yang baik adalah tim bereaksi dengan baik. Kami bekerja sama dan mencoba untuk maju. Itu yang akan terus kami lakukan menuju Cremona. Kami tahu masih banyak pekerjaan rumah, kami tidak memungkiri itu, dan kami akan menerima tantangan ini,” tambahnya.
Perjalanan Oliveira musim ini memang tidak mulus. Ia sempat mengalami cedera setelah kecelakaan di Balaton Park pada awal Mei, yang mengakibatkan patah tulang belikat, rusak, dan cedera tendon bahu. Meski demikian, ia tetap menjadi rookie terdepan dengan mengoleksi empat podium, termasuk sapu bersih di Portimao dan finis ketiga di Balaton Park.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!