SPONSORED

Mercedes Masih Buntu Cari Penyebab Pace Buruk di Tikungan Cepat Zandvoort

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Mercedes Masih Buntu Cari Penyebab Pace Buruk di Tikungan Cepat Zandvoort
TO NEWS OVERVIEW
Mercedes Masih Buntu Cari Penyebab Pace Buruk di Tikungan Cepat Zandvoort

Zandvoort, Belanda — Mercedes masih belum menemukan jawaban mengapa performanya jeblok di tikungan cepat sirkuit Zandvoort, sekaligus bingung dengan inkonsistensi pace antara stint dan kedua pembalapnya di Grand Prix Belanda, akhir pekan lalu.

Direktur Teknik Trackside Mercedes, Andrew Shovlin, dengan gamblang menyebut pace timnya di tikungan cepat Zandvoort sebagai "rubbish" alias buruk. Ia mengaku timnya sedang mencari tahu penyebab inkonsistensi yang terjadi, baik di antara stint yang berbeda maupun antara dua pembalapnya.

Padahal, awal pekan ini Mercedes tampil menjanjikan. George Russell berhasil meraih pole position dan memenangi sprint race. Namun saat balapan utama, Mercedes harus mengakui keunggulan McLaren yang tampil dominan lewat Lando Norris, yang sukses mengamankan pole dan kemenangan.

Norris Extends McLaren Contract Until 2030, Securing F1 Future
Read AlsoNorris Extends McLaren Contract Until 2030, Securing F1 Future

Meski Mercedes masih mampu mengunci posisi 2-3 di kualifikasi dan balapan, dengan Kimi Antonelli yang finish di depan Russell dan memperlebar jarak di klasemen menjadi 59 poin, tim asal Brackley itu tetap kebingungan. Mengapa performa apik di awal pekan tidak berlanjut hingga balapan utama saat bersaing dengan kompetitor utamanya?

ADVERTISEMENT

"Kami punya beberapa hal di sisi performa yang harus digali lebih dalam," kata Shovlin dalam acara radio resmi Mercedes, Nu Silver Arrows Radio Show. "Kami akan terus mengerjakannya minggu ini dan melihat apa yang bisa kami pelajari."

Shovlin menyoroti kombinasi tikungan 7, 8, dan 9 yang menjadi titik terlemah Mercedes. "Ada beberapa tikungan di mana kami cukup buruk, seperti kombinasi tikungan 7, 8, 9. Itu terlihat di kecepatan yang lebih tinggi, dan itu juga membuat ban di sisi kiri mobil kesulitan. Kami belum sepenuhnya memahami apa penyebabnya," jelasnya.

Yang menambah kebingungan adalah minimnya perubahan pada mobil antara sprint race dan balapan utama, serta selama balapan berlangsung. Shovlin mengakui ada deviasi performa yang wajar terkait kompon dan umur ban, namun melihat kedua pembalapnya justru kesulitan di waktu yang berbeda membuat tim tidak yakin dengan akar masalahnya.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak mengubah mobil. Kami jelas menggunakan kompon berbeda di tahap yang berbeda. Tapi sekali lagi, kami perlu memahami lebih dalam," ujar Shovlin. "Stint pertama George agak kurang bertenaga dibanding stint-stint berikutnya. Sedangkan Kimi, stint pertama bagus, lalu turun di stint kedua, turun lagi di stint ketiga, sedikit membaik di akhir. Kami tidak sedang bermain-main dengan pengaturan elektronik atau mengubah sudut flap. Dan untuknya, keseimbangan mobil cukup berbeda dari stint ke stint."

Shovlin juga menyoroti perbedaan persepsi keseimbangan antara kedua pembalap. "Kedua pembalap biasanya melaporkan hal yang serupa tentang mobil di akhir balapan. Tapi kali ini, persepsi mereka berbeda—George lebih mengalami understeer, sementara Kimi lebih oversteer. Kalau kami lihat dari setup mereka, kami belum tahu persis mengapa perbedaannya begitu besar."

Dengan GP Belanda yang telah usai, Mercedes kini harus segera menemukan jawaban sebelum menghadapi seri-seri berikutnya yang memiliki karakter tikungan cepat serupa. Jika tidak, mimpi mengejar McLaren di klasemen konstruktor bisa semakin berat.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU