Max Verstappen menegaskan bahwa ia tidak akan pernah membentuk tim Formula 1 sendiri. Juara dunia empat kali itu justru akan mengembangkan Verstappen Racing, tim yang didirikannya pada 2022, dengan fokus penuh pada balap ketahanan dan GT, bukan single-seater.
Dalam wawancara eksklusif dengan Formule 1 Magazine, Verstappen memaparkan ambisi jangka panjangnya untuk Verstappen Racing. "Dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, seharusnya sudah ada tim balap profesional yang bersaing untuk kemenangan di berbagai kelas balap," ujarnya. "Kami tidak akan ikut balapan hanya untuk bersenang-senang. Kami ingin berada di depan, memenangkan balapan, dan setidaknya secara konsisten bersaing di barisan terdepan."
Pembalap asal Belanda itu menegaskan bahwa ekspansi tim hanya akan diarahkan ke balap ketahanan, bukan ke F1. "Itu pasti tujuannya, untuk memperluas tim balap lebih jauh. Secara spesifik ke balap ketahanan, bukan ke Formula 1 atau semacamnya," tegasnya. Ia juga menutup rapat kemungkinan Verstappen Racing masuk F1 suatu hari nanti. "Tidak, karena itu terlalu menuntut. Saya masih akan berada di jalan selama 24 balapan setahun atau sangat sibuk dengan tim balap saya sendiri," jelasnya.

Verstappen mengakui bahwa ritme pengembangan timnya akan sangat dipengaruhi oleh masa depannya di F1. "Kecepatan pengembangan lebih lanjut juga sedikit bergantung pada pilihan saya sendiri untuk tahun-tahun mendatang dan apa yang saya lakukan di Formula 1," katanya. Saat ini, program balap ketahanan Verstappen Racing terus berkembang, termasuk kemenangan perdana di GT World Challenge Europe Sprint Cup di Magny-Cours bulan ini dan debut Verstappen di Nurburgring 24 Hours pada bulan Mei.
Selain fokus pada tim, Verstappen juga membuka diri tentang kehidupan pribadinya. Putrinya, Lily, yang lahir Mei tahun lalu, menjadi prioritas utamanya. "Putri kami Lily adalah hadiah terbesar saya. Keluarga adalah hal terpenting bagi saya, apa pun yang terjadi," ujarnya. Ia mengaku kesulitan meninggalkan keluarga saat harus pergi ke sirkuit. "Pagi ini, misalnya, ketika saya terbang ke sini, si kecil berdiri di dekat lift di rumah saat saya masuk untuk turun. Dan kemudian pintunya tertutup. Ya, itu bukan perasaan yang menyenangkan," kenangnya.
Di luar itu, Verstappen berharap kariernya dapat menginspirasi generasi muda untuk percaya bahwa ada jalan menuju motorsport, apa pun latar belakang mereka. Ia juga mempertimbangkan untuk mendirikan museum berisi memorabilia kariernya, termasuk mobil-mobil F1 yang pernah dikendarainya, mengikuti jejak Michael Schumacher dan Fernando Alonso. Namun, ia belum memutuskan lokasi museum tersebut.
Menjelang Grand Prix Belanda yang akan menjadi balapan F1 terakhir di Zandvoort di bawah kontrak saat ini, Verstappen menanggapi dengan rendah hati. "Saya tidak ingin mengatakan itu semua karena saya. Saya sudah melakukan bagian saya," ujarnya. Ia mendukung keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak GP Belanda, dengan alasan risiko finansial dan pentingnya memilih momen yang tepat. "Kami punya beberapa tahun yang sangat sukses; sudah baik seperti ini," pungkasnya.
Verstappen akan tiba di balapan kandangnya dengan masih mencari kemenangan grand prix pertamanya di musim 2026. Namun, performanya membaik dengan podium beruntun di Belgia dan Hungaria, serta finis di posisi empat besar dalam empat dari lima balapan terakhir. Saat ini ia menempati posisi keenam klasemen dengan 109 poin, tertinggal 110 poin dari pemimpin klasemen Kimi Antonelli.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!