Stellantis dikabarkan tengah menjalin negosiasi dengan raksasa teknologi China, Huawei, dan JAC Group untuk membangun kerja sama industri jangka panjang yang menyangkut masa depan Maserati. Kabar ini pertama kali diungkap oleh Reuters dan langsung mengguncang paddock industri otomotif global.
Tridente, julukan merek Maserati, tengah berjuang keras. Setelah periode penuh tekanan dengan performa di bawah ekspektasi, langkah strategis ini dinilai menjadi titik balik besar bagi pabrikan asal Modena tersebut.
Dari Eropa ke China: Strategi Baru Stellantis
CEO Stellantis, Antonio Filosa, sebelumnya sudah memberi sinyal bahwa grupnya sedang memperluas kemitraan produksi, termasuk untuk Maserati. Kini, menurut laporan Milano Finanza, pembicaraan dengan Huawei dan JAC memasuki tahap lanjut.

Inti negosiasi adalah penggunaan platform “Harmony Intelligent Mobility” milik Huawei untuk model Maserati masa depan. Target ambisiusnya, kendaraan pertama hasil pengembangan bersama bisa meluncur sebelum akhir 2027.
Skema yang dibahas bahkan lebih menarik. Ada ide dual-brand: satu model akan dipasarkan di China dengan merek Maextro milik JAC, sementara versi internasionalnya bakal mengusung nama Maserati.
Keselamatan Pabrik Italia dan Target Produksi
Kesepakatan ini bukan sekadar urusan teknologi. Stellantis menilai kerja sama ini bisa mengerek tingkat produksi di pabrik Maserati di Cassino dan Modena, Italia. Ini menjadi angin segar bagi pekerja dan industri otomotif setempat.
Di balik layar, tekanan finansial memang nyata. Sepanjang 2025, Maserati dikabarkan hanya mampu menyerahkan kurang dari 8.000 unit ke tangan konsumen. Kerugian operasionalnya pun tercatat cukup dalam, mencapai 198 juta euro. Angka-angka ini jelas menjadi alarm keras bagi masa depan merek yang identik dengan kemewahan dan performa tinggi itu.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!