Musim balap World Supersport 2026 harus ditutup oleh Philipp Ottl dengan rasa penasaran yang mendalam akibat kendala teknis berulang. Harapan pembalap asal Jerman tersebut untuk mengakhiri tahun dengan finis di posisi sepuluh besar pada balapan kedua di Sirkuit Jerez harus sirna setelah mengalami masalah patahnya komponen knalpot pada mesin motor Ducati miliknya. Kendala mekanis ini persis seperti apa yang sempat menimpanya pada seri sebelumnya di Magny-Cours, sehingga merusak momentum positif yang sudah ia bangun sejak sesi latihan hari Minggu.
Memulai balapan penutup musim dengan optimisme tinggi, Ottl sejatinya mampu melakukan start dengan sangat baik dan langsung merangsek ke barisan tengah yang kompetitif. Sayangnya, kegagalan komponen teknis tersebut langsung merontokkan daya gedor motornya di atas lintasan aspal Spanyol. Dalam wawancara eksklusif bersama Speedweek, ia mengungkapkan kerugian besar yang harus ditanggungnya akibat masalah knalpot tersebut setiap kali melibas tikungan demi tikungan.
«Saya memiliki awalan yang cukup baik dan mampu bersaing. Namun kemudian knalpotnya patah. Itu masalah yang sama persis seperti di Magny-Cours. Akibatnya motor kehilangan tenaga, di mana kerugiannya mencapai sekitar tiga persepuluh detik per lap. Di kelas yang persaingannya sangat ketat ini, hal tersebut tentu memberikan perbedaan yang sangat masif,» keluh Ottl menjelaskan dampak kerusakan teknis yang merusak peluang terbaiknya akhir pekan itu.

Padahal, jika merujuk pada performa keseluruhan sepanjang hari Minggu, potensi untuk menembus barisan sepuluh besar sangat terbuka lebar setelah melakukan evaluasi menyeluruh dari hasil hari Sabtu yang kurang memuaskan. Perjalanan kariernya di kejuaraan dunia supersport tahun ini sendiri sebenarnya dihiasi oleh catatan emosional yang luar biasa, terutama ketika ia sukses mengamankan kemenangan perdananya yang fenomenal di Assen pada bulan April lalu. Sayangnya, performa impresif tersebut gagal dipertahankan secara konsisten akibat kombinasi inkonsistensi dan rentetan nasib sial di paruh kedua musim.
Meski hanya mampu mengunci posisi kedelapan di klasemen akhir kejuaraan dunia, sang pembalap tetap melihat adanya progres positif baik dari sisi teknik berkendaranya maupun paket motor yang disediakan tim. Masa depan kariernya di kejuaraan balap motor produksi massal ini pun diprediksi akan segera menemui titik terang dalam beberapa hari ke depan, dengan sinyal kuat untuk kembali membalap bersama Feel Racing menghadapi regulasi baru penggunaan motor Panigale V2 pada musim mendatang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!