SPONSORED

Marquez: Kunci Gelar Ada di Aragon, tapi Lengan Kanan Wajib Dihemat

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Marquez: Kunci Gelar Ada di Aragon, tapi Lengan Kanan Wajib Dihemat
TO NEWS OVERVIEW
Marquez: Kunci Gelar Ada di Aragon, tapi Lengan Kanan Wajib Dihemat

Marc Marquez datang ke Aragon dengan mentalitas penyerang. Setelah melewati masa sulit akibat cedera yang sempat mengganggunya di musim semi lalu, pebalap Gresini Racing itu kini berdiri di sirkuit yang selama ini menjadi taman bermain pribadinya.

Catatan tujuh kemenangan dan tujuh pole position di MotoGP dari MotorLand Aragon bukan sekadar angka. Itu adalah bukti nyata bahwa Marquez hampir tak terkalahkan di lintasan ini. Tidak heran jika ia langsung dianggap sebagai favorit kuat di akhir pekan ini, apalagi setelah performa impresifnya di sesi latihan bebas pertama.

Dalam konferensi pers jelang balapan, Marquez tidak menutup-nutupi ambisinya. Ia sadar betul bahwa jika ingin kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia, maka hasil di Aragon tidak bisa ditawar lagi.

Martin: Fighting Marquez at Aragon Would Be a Great Result
Read AlsoMartin: Fighting Marquez at Aragon Would Be a Great Result

“Tentu saja ini trek yang saya sukai dan cocok dengan gaya balap saya. Terlepas dari hasil, saya menikmati balapan di sini, tapi jika saya ingin berjuang untuk gelar, saya harus finis di depan rival-rival saya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dia juga mengakui bahwa Aprilia telah menemukan sesuatu yang istimewa tahun ini. Keempat pebalap mereka tampil cepat di hampir semua sirkuit, terutama di trek dengan tikungan cepat seperti Assen dan Silverstone. Aragon sendiri punya kombinasi tikungan yang beragam, namun Marquez merasa nyaman dengan motornya dan yakin bisa merebut kemenangan jika mampu mengeluarkan potensi maksimal.

Fokus utama tetap tertuju pada kondisi fisik lengan kanannya. Meski kecelakaan di Le Mans sudah berlalu, masalah itu kembali muncul di Silverstone. Setelah balapan di sana, Marquez mengaku tidak bisa mengendalikan lengannya. Penyebabnya adalah kerja kerasnya di gym selama musim panas untuk menambah massa otot, tapi kemudian ia memaksakan diri terlalu keras di FP1—sebuah kesalahan yang tak bisa ia ulangi.

“Saya sedikit terganggu karena tidak bisa berkendara seperti yang saya inginkan. Saya berharap kondisi fisik saya lebih baik karena sudah menambah massa otot, tapi ketika bangun Minggu pagi, saya sadar ini bukan waktunya untuk memaksakan diri. Saya harus lebih bijak mengatur tenaga di hari Jumat agar kondisi fisik lebih siap untuk hari Minggu,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Untungnya, Aragon hadir sebagai kesempatan sempurna untuk bangkit setelah kesulitan di Silverstone, termasuk dalam manajemen ban belakang. Sirkuit ini juga jauh lebih ramah bagi motor Ducati dibanding trek Inggris, dan Marquez berpeluang memangkas jarak dengan Jorge Martin yang kini unggul 40 poin di klasemen.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU