Formula 1, Sportrik Media - Mario Isola menyoroti potensi risiko strategi ban yang dapat mempengaruhi jalannya Formula 1 Grand Prix China 2026 di Shanghai International Circuit. Kepala motorsport Pirelli itu menegaskan bahwa fenomena graining dapat menjadi faktor penting dalam menentukan strategi balapan tim.
Graining terjadi ketika temperatur ban berada di bawah jendela kerja optimal, sehingga permukaan ban mulai terkelupas dan potongan karet menempel kembali pada tapaknya. Kondisi ini mengurangi tingkat grip dan dapat mempengaruhi performa mobil, terutama pada sirkuit dengan tikungan panjang yang memberi tekanan tinggi pada ban depan.
Karakteristik lintasan Shanghai dikenal sangat menuntut pada ban depan kiri, terutama melalui Tikungan 1 yang memiliki radius panjang dan berlangsung dalam durasi cukup lama. Tekanan lateral yang besar pada bagian tersebut membuat potensi graining menjadi salah satu tantangan utama bagi para pembalap.

“Ban sebenarnya bekerja cukup baik di sini,” kata Isola kepada media termasuk RacingNews365.
“Graining bukan sesuatu yang mengejutkan di Shanghai. Ban depan kiri mengalami tekanan besar, terutama karena Tikungan 1 yang sangat panjang. Jika graining mulai terjadi, dibutuhkan waktu untuk membersihkannya kembali, tetapi itu memang bagian dari balapan.”
Balapan sepanjang 56 lap di Shanghai secara tradisional diperkirakan menggunakan strategi satu pit stop. Namun Isola menilai selisih performa antara strategi medium–hard dan soft–hard sangat tipis, sehingga membuka kemungkinan variasi strategi di grid.
“Perbedaannya sangat dekat dalam hal total waktu balapan. Jadi sebenarnya tidak ada kerugian besar jika memulai dengan ban soft, hanya saja Anda harus merencanakan pendekatan balapan yang berbeda,” jelasnya.
Strategi memulai dengan ban soft memungkinkan pembalap melakukan start lebih agresif sebelum melakukan pit stop lebih awal. Pendekatan tersebut berpotensi membantu pembalap keluar dari lalu lintas mobil lain di awal balapan.
Isola juga menambahkan bahwa tingkat graining antara ban soft dan medium diperkirakan tidak akan berbeda jauh. Meski ban soft mungkin mengalami sedikit lebih banyak graining, perbedaannya dinilai tidak signifikan.
Sementara itu, ban hard diprediksi menjadi pilihan paling konsisten dalam stint panjang. Faktor temperatur lintasan dan udara di Shanghai juga diperkirakan memainkan peran dalam menentukan seberapa besar dampak graining sepanjang balapan.
Dengan kondisi tersebut, manajemen ban, strategi pit stop, serta kontrol temperatur ban akan menjadi salah satu elemen kunci yang menentukan hasil Grand Prix China 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!