Pekan penutup kejuaraan WorldSBK di sirkuit Jerez akhir pekan ini akan menjadi panggung penentuan bagi Maria Herrera untuk mengunci gelar juara dunia Kejuaraan Dunia Balap Motor Wanita (WorldWCR). Pembalap asal Spanyol tersebut datang ke kandang sendiri dengan keunggulan memimpin klasemen sementara berbekal koleksi 226 poin, menempatkannya di posisi terdepan untuk merengkuh mahkota juara musim ini setelah sempat tertunda akibat insiden penalti kontroversial pada seri sebelumnya di Inggris.
Peluang emas sebenarnya sudah di depan mata saat berlaga di Donington Park, namun sanksi steward membuat perayaan titel juara harus tertunda. Mengenang kejadian tersebut, sang pemenang mengakui situasi itu sempat membuatnya merasa canggung dan kecewa. 'Tidak, sampai semuanya benar-benar dipastikan, belum ada yang selesai. Seperti yang terlihat di Donington di mana gelar itu direbut dari tangan saya. Saya sempat merasa malu saat mengenakan kaus perayaan, mereka menghukum saya dan saya merasa sedikit aneh, tapi pada akhirnya begitulah adanya dan saya menerima semua keputusan yang mereka sampaikan,' ujar Maria Herrera.
Selain ketegangan perebutan gelar, tantangan besar juga datang dari minimnya jadwal balapan reguler yang harus ia jalani sepanjang kalender musim ini. Jeda waktu yang terlalu panjang antar seri membuat ritme kompetitif sulit dijaga secara konsisten. 'Situasi ini sulit dikelola karena ada orang-orang yang terus balapan di kejuaraan lain. Dalam kasus saya, saya tidak balapan lagi sampai Oktober, dan meskipun ada rencana untuk tampil di kejuaraan lain, hal itu batal terwujud. Jadi itu sangat disayangkan, semoga tahun depan balapan tambahan yang kami inginkan bisa terwujud,' keluhnya mengenai minimnya jam terbang kompetitif.

Persiapan fisik jelang penentuan gelar di Spanyol juga tidak berjalan mulus akibat masalah kebugaran serius yang melanda area bahunya. Cedera lama tersebut memaksanya mengurangi intensitas latihan di atas lintasan aspal demi menjaga kondisi tubuh. 'Saya tidak sedang berlatih motor karena mengalami cedera bahu dan saya harus mengatur porsinya. Saya mengambil masa istirahat setelah rangkaian balapan lalu, dan kini akan mulai berlatih motor lagi. Selepas bulan Oktober nanti, saya harus naik meja operasi,' ungkapnya menjelaskan kondisi fisik yang mengkhawatirkan.
Cedera bahu tersebut ternyata bukan masalah baru yang datang tiba-tiba, melainkan akumulasi trauma fisik dari berbagai ajang balap bergengsi yang pernah ia ikuti sebelumnya. 'Masalah ini sudah beberapa kali terjadi saat saya turun di Moto3, MotoE, hingga terkilir saat latihan Flat-Track dua bulan lalu, dan kondisinya memang sudah mengarah untuk harus dioperasi,' tambahnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa daya tahan fisiknya di atas motor kategori besar masih menjadi keunggulan utama dalam menghadapi ketatnya persaingan grup besar di lintasan balap WorldWCR.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!