SPONSORED

Marco Bezzecchi Kehilangan Keunggulan MotoGP Setelah Kesulitan Besar di Le Mans

Notifikasi
Reka Mustika
Reka Mustika
0
Marco Bezzecchi Kehilangan Keunggulan MotoGP Setelah Kesulitan Besar di Le Mans TO NEWS OVERVIEW
© Michelin

Marco Bezzecchi mengakui dirinya tidak pernah benar-benar merasa nyaman sepanjang akhir pekan MotoGP Prancis 2026 di Le Mans meski tetap berhasil finis kedua pada grand prix utama. Pembalap Aprilia Racing itu kini hanya unggul satu poin di klasemen MotoGP setelah rekan setimnya, Jorge Martin, meraih kemenangan ganda pada sprint race dan balapan utama.

Bezzecchi datang ke Le Mans dengan keunggulan 11 poin atas Martin, tetapi dominasi pembalap Spanyol tersebut sepanjang akhir pekan langsung memangkas margin klasemen secara drastis. Situasi itu menjadi sinyal penting bahwa pertarungan internal Aprilia kini mulai berkembang menjadi duel utama perebutan gelar MotoGP 2026.

Pada grand prix utama hari Minggu, Bezzecchi sempat memimpin balapan dalam sebagian besar lap. Namun performa ban belakang dan penurunan grip di fase akhir membuatnya tidak mampu menahan tekanan Martin dalam tujuh lap terakhir.

Pecco Bagnaia Reveals Cause Behind Ducati Crash at French MotoGP 2026
Read AlsoPecco Bagnaia Reveals Cause Behind Ducati Crash at French MotoGP 2026

"Saya tidak pernah benar-benar merasa nyaman sepanjang akhir pekan. Bahkan ketika performa membaik, saya tetap tidak mendapatkan feeling bagian depan motor yang saya inginkan," ujar Bezzecchi.

ADVERTISEMENT

Pembalap Italia itu menjelaskan masalah utama RS-GP miliknya terletak pada kurangnya kepercayaan diri saat memasuki tikungan. Kondisi tersebut memaksanya menggunakan ban depan dan belakang secara lebih agresif untuk mengompensasi hilangnya stabilitas front-end, yang pada akhirnya mempercepat degradasi ban menjelang akhir balapan.

Sebaliknya, Martin justru langsung menemukan feeling kuat dengan motor sejak sesi Jumat tanpa perlu banyak perubahan setup. Bezzecchi mengakui perbedaan arah perkembangan antara kedua sisi garasi Aprilia sangat terlihat sepanjang akhir pekan Le Mans.

"Jorge langsung merasa nyaman sejak Jumat dan terus meningkat setiap hari tanpa banyak perubahan pada motor. Saya justru kebalikannya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Secara teknis, Le Mans kembali memperlihatkan sensitivitas Aprilia RS-GP terhadap karakter front-end dan temperatur ban depan. Ketika keseimbangan pengereman dan entry corner tidak optimal, pembalap harus memaksa ban bekerja lebih keras saat transisi arah dan akselerasi keluar tikungan. Hal tersebut menjadi faktor utama penurunan pace Bezzecchi pada fase akhir grand prix.

Meski kehilangan kemenangan, Bezzecchi tetap menilai hasil di Le Mans cukup positif mengingat sulitnya akhir pekan yang ia alami. Ia bahkan mengaku tidak menyangka mampu memimpin balapan selama itu karena sejak awal merasa pace miliknya tidak cukup kuat untuk mengontrol race distance.

Dengan MotoGP langsung bergerak menuju Catalunya pekan depan, duel internal Aprilia kini menjadi fokus utama perebutan gelar. Martin datang dengan momentum besar setelah menunjukkan kombinasi pace, manajemen ban, dan stabilitas performa terbaik sejauh musim ini, sementara Bezzecchi harus segera menemukan kembali feeling front-end RS-GP agar tidak kehilangan posisi puncak klasemen.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU