Peta persaingan menuju gelar juara dunia kelas utama semakin mengerikan menjelang penutupan musim, di mana Marco Bezzecchi harus bekerja ekstra keras di atas aspal Sirkuit Internasional Lusail. Pembalap andalan pabrikan Noale ini menyadari betul posisinya sebagai outsider terkuat dalam memburu takhta tertinggi yang kini dikuasai oleh rival-rival tangguhnya dari kubu Borgo Panigale. Sepanjang sesi latihan pembuka akhir pekan ini, pembalap asal Italia tersebut menunjukkan kecepatan yang solid meski masih menyimpan pekerjaan rumah besar terkait performa kompon ban kompon lunak saat melakukan time attack.
Mengaspal di bawah lampu malam gurun pasir Qatar, pembalap bernomor start 72 ini mampu mengamankan posisi langsung ke Q2 tanpa hambatan berarti setelah mengamankan catatan waktu kompetitif di belakang para pembalap terdepan. Meskipun demikian, ia secara terbuka mengakui adanya gap performa yang cukup kontras antara simulasi balap jarak jauh dan kecepatan murni satu putaran cepat. Evaluasi mendalam ini menjadi fokus utama para teknisi untuk mencari set-up optimal demi menghadapi ketatnya persaingan kualifikasi dan balapan sprint mendatang.
"Untuk urusan ritme balap secara konsisten dalam banyak putaran, saya sama sekali tidak bisa mengeluh karena motor merespons dengan sangat baik," ungkap Bezzecchi mengulas performa RS-GP miliknya. "Namun, ketika kami memasang ban kompon lunak untuk memburu satu catatan waktu tercepat, situasinya berubah drastis dan saya merasa jauh tertinggal dibandingkan para pembalap lain." Kelemahan pada kompon lunak ini kontras dengan kenyamanannya saat menggunakan opsi ban kompon medium yang dinilai sangat stabil oleh para pengamat paddock.

Kondisi lintasan Lusail sendiri menghadirkan kejutan tersendiri bagi para teknisi pabrikan asal Italia tersebut. Debu dan partikel kotoran yang menumpuk di area lintasan lurus sempat menjadi kekhawatiran tersendiri, namun tingkat cengkeraman atau grip aspal di area tikungan justru melampaui estimasi awal. "Di area trek lurus memang ada banyak debu, tetapi cengkeraman ban di tikungan benar-benar di luar dugaan. Ketika saya melapor ke garasi usai lap pertama di FP1 bahwa cengkeraman ban sangat luar biasa, para mekanik sempat menatap saya dengan rasa tidak percaya," imbuhnya.
Di tengah ketatnya persaingan sesi latihan, sebuah insiden kecil yang cukup menggelitik sempat terjadi ketika sesi melibas lintasan berakhir. Akibat terlalu fokus memantau layar raksasa di pinggir sirkuit untuk melihat posisi waktunya, sang pembalap justru melewatkan area garasi timnya sendiri. "Saya melihat layar besar saat melaju dan tanpa sadar melewati kotak pit. Begitu mendengar suara mekanik yang saya kenal, saya langsung menoleh ke belakang, tetapi rombongan tim sudah jauh tertinggal di depan," kenangnya sambil tersenyum.
Secara keseluruhan, hari pembuka di seri ke-20 kalender balap musim ini memberikan angin segar bagi Aprilia Racing. Rekan setimnya, Jorge Martin, juga menunjukkan taringnya dengan mengamankan posisi ketujuh, membuktikan bahwa motor pabrikan asal Noale ini memiliki potensi besar untuk bertarung di barisan depan melawan dominasi armada Ducati sepanjang akhir pekan penentuan di Qatar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!