MotoGP, Sportrik Media - Marc Marquez mengaku tidak memahami bagaimana dirinya bisa tampil cepat pada sesi kualifikasi MotoGP Prancis 2026 di Le Mans meski masih mengalami masalah besar dengan feeling motor Ducati Lenovo Team.
Juara dunia bertahan itu tetap berhasil mengamankan posisi start baris depan setelah hanya kalah 0,012 detik dari rekan setimnya Francesco Bagnaia dalam perebutan pole position. Namun di balik hasil tersebut, Marquez justru mengungkapkan kekhawatiran besar terkait inkonsistensi performanya sepanjang akhir pekan Le Mans.
Sebelumnya pada hari Jumat, Marquez gagal langsung lolos ke Q2 setelah mengalami kesulitan besar dengan front-end feeling GP26 Ducati. Ia bahkan terlihat kesulitan menjaga ritme balapan dibanding Bagnaia maupun Fabio Di Giannantonio yang tampil lebih stabil dalam simulasi race pace.

Meski demikian, Marquez tiba-tiba melesat di Q1 dengan memecahkan rekor lap Le Mans lewat catatan 1 menit 29,2 detik sebelum kembali tampil kompetitif di Q2. Situasi tersebut justru membuat pembalap Spanyol itu bingung karena basis set-up motor disebut hampir tidak berubah dibanding sesi sebelumnya.
“Saya sedang berada dalam situasi di mana saya tidak memahami bagaimana cara saya mengendarai motor sekarang. Dan itu adalah masalah,” kata Marquez.
“Saya tertawa, tetapi ini masalah serius karena saya harus memahami bagaimana cara saya bisa cepat seperti hari ini dan seperti di beberapa balapan sebelumnya. Masalahnya saya tidak bisa konsisten.”
Dari sisi teknis, Ducati masih terlihat belum sepenuhnya menyelesaikan masalah keseimbangan GP26, terutama saat memasuki tikungan dan menjaga stabilitas bagian depan motor. Faktor tersebut juga disebut menjadi salah satu penyebab inkonsistensi Marquez sepanjang awal musim 2026.
Marquez menegaskan peningkatan satu detik dibanding sesi practice bukan berasal dari perubahan besar pada motor. Menurutnya, Ducati memang melakukan beberapa penyesuaian kecil, tetapi karakter dasar motor tetap sama.
“Saya tidak tahu bagaimana saya bisa lebih cepat satu detik hari ini karena motornya kurang lebih sama. Tim memang bekerja keras, tetapi basisnya tetap sama. Jadi masalahnya ada pada diri saya sendiri dan itu yang harus kami pahami dalam beberapa pekan ke depan.”
Situasi tersebut menjadi perhatian serius bagi Ducati mengingat Marquez masih belum meraih podium grand prix sepanjang musim 2026 meski sempat memenangkan dua Sprint Race. Inkonsistensi performa kini menjadi hambatan utama dalam upaya mempertahankan gelar dunia.
Marquez juga meredam ekspektasi jelang Sprint Race Le Mans. Meski start dari front row, ia merasa pace balapannya masih tertinggal dibanding Bagnaia dan beberapa rival lainnya.
“Jika melihat pace di free practice, saya sebenarnya hanya bertarung di sekitar posisi delapan atau sepuluh besar. Jadi saya sendiri tidak tahu apa yang bisa terjadi di Sprint nanti.”
Le Mans menjadi akhir pekan penting bagi Ducati untuk memahami arah pengembangan GP26 setelah tim mulai membawa sejumlah komponen baru hasil evaluasi tes Jerez beberapa pekan lalu.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!