SPONSORED

M-Sport Ungkap Akar Masalah Kecelakaan Jon Armstrong di Chile

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
M-Sport Ungkap Akar Masalah Kecelakaan Jon Armstrong di Chile
TO NEWS OVERVIEW
M-Sport Ungkap Akar Masalah Kecelakaan Jon Armstrong di Chile

Jon Armstrong harus menerima kenyataan pahit di Rally Chile 2026. Pembalap muda M-Sport Ford itu mengalami kecelakaan saat SS8, tepat ketika tim sudah menerapkan strategi super hati-hati dengan memakai dua ban cadangan pada Jumat. Sayang, pendekatan konservatif itu tak cukup menyelamatkan hari.

Insiden tersebut bukan yang pertama. Sejak awal musim, Armstrong memang sempat mencuri perhatian dengan kecepatannya di kelas Rally1. Kemenangan stage di Greece menjadi bukti potensinya. Namun setelah itu, rentetan kesalahan di empat event beruntun membuat kepala tim Richard Millener angkat bicara.

Millener melihat ada pola yang sama antara kecelakaan di Chile dengan insiden serupa di Portugal dan Paraguay. “Ada satu tipe tikungan yang terus membuatnya terjebak,” ujarnya kepada DirtFish. Menurut Millener, masalah utamanya terletak pada pacenotes – catatan tikungan yang dibacakan co-driver. Di tikungan yang mengetat tajam, Armstrong membawa terlalu banyak kecepatan di fase awal sehingga tak ada ruang untuk bermanuver saat tikungan menyempit.

M-Sport Reveals Root Cause of Jon Armstrong's Rally Chile Crash
Read AlsoM-Sport Reveals Root Cause of Jon Armstrong's Rally Chile Crash

Fenomena ini diperparah oleh karakteristik permukaan di Chile. “Di sini tidak ada margin. Anda melebar sedikit saja, langsung keluar,” tegas Millener. Ia membandingkan dengan rally cepat seperti Estonia atau Polandia, di mana kesalahan kecil masih bisa diselamatkan. Di Chile, semuanya berakhir dengan konsekuensi besar. Hal itu terbukti dari banyaknya pembalap yang mengalami nasib serupa, termasuk Thierry Neuville, Nikolay Gryazin, dan Calle Carlberg.

ADVERTISEMENT

Yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa saat recce (pengenalan lintasan) tikungan itu terasa aman, tetapi saat melaju dengan kecepatan penuh justru berubah drastis. Millener menduga perbedaan waktu antar-tikungan pada kecepatan rendah membuat segalanya tampak lebih longgar. “Di hotel, setelah memeriksa catatan, semuanya masih oke. Tapi begitu tiba di tikungan dengan kecepatan balap, semuanya kacau,” jelasnya.

Solusi jangka pendek menurut Millener adalah pengalaman. Para rival yang sudah tampil di Chile tiga atau empat kali memiliki pemahaman lebih baik tentang karakter permukaan, meski arah lintasan tahun ini dibalik. Armstrong, yang baru pertama kali mencicipi Rally1, masih harus belajar keras. Tim pun berencana mengevaluasi ulang cara penyusunan pacenotes, terutama untuk tikungan mengetat yang sering menjebak.

Meski demikian, Millener menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menyalahkan Armstrong. “Ini adalah proses pembelajaran. Kami harus memastikan 99 persen pacenote yang sudah bekerja baik bisa menjadi 100 persen,” tambahnya. Kini fokus beralih ke bagaimana M-Sport membimbing Armstrong agar bisa mengubah kecepatan mentahnya menjadi hasil finis yang solid di sisa musim.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU