SPONSORED

Leclerc Bingung Narasi Rivalitas dengan Hamilton di Ferrari

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Leclerc Bingung Narasi Rivalitas dengan Hamilton di Ferrari
TO NEWS OVERVIEW
Leclerc Bingung Narasi Rivalitas dengan Hamilton di Ferrari

Charles Leclerc merasa heran dengan narasi rivalitas internal yang terus dibangun di tubuh Ferrari. Setelah insiden sengit dengan rekan setimnya, Lewis Hamilton, di awal Grand Prix Italia, pebalap asal Monako itu justru mempertanyakan siapa yang terus memaksakan cerita tersebut.

“Saya benar-benar tidak tahu siapa yang memaksakan narasi bahwa kami saling berhadapan,” ujar Charles Leclerc kepada media, termasuk Motorsport.com. “Jujur saja, di Zandvoort sudah terlalu banyak pembicaraan.”

Insiden di Monza terjadi saat kedua mobil Ferrari start dari baris kedua. Hamilton mencoba menyalip di dalam untuk Tikungan 1, tapi Leclerc bertahan dan mengambil garis dalam untuk Tikungan 2. Hamilton yang masih di sisi luar tak mendapatkan ruang cukup, hingga dua rodanya keluar ke gravel dan kehilangan banyak posisi.

F1 Italian GP 2026 Results: Antonelli Wins from P19 in Thriller
Read AlsoF1 Italian GP 2026 Results: Antonelli Wins from P19 in Thriller

Meski aturan balapan mengizinkan Leclerc untuk tidak memberi ruang karena Hamilton belum unggul di apex, kejadian itu tetap memicu diskusi panas. Apalagi sebelumnya di Belanda, strategi Ferrari sempat kacau dan Leclerc dianggap membangkang instruksi tim demi kepentingan balapnya sendiri.

ADVERTISEMENT

Pengakuan Leclerc: Kami Sudah Terlalu Jauh

Leclerc sendiri mengakui bahwa insiden di depan para tifosi itu bukan pemandangan yang baik. Ia juga mengaku gagal mempertahankan posisi dan akhirnya terjatuh pada lap berikutnya.

“Di sini, memang benar kami sudah terlalu jauh,” kata Leclerc. “Saya pikir Lewis di Tikungan 1, lalu Tikungan 2, saya mencoba mengambil sudut paling ketat, tapi itu tidak cukup—dan melakukannya di sini tidak bagus.”

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan antara dua pebalap bintang di tim yang sama. Lewis Hamilton, yang bergabung dengan Ferrari pada 2025, dan Leclerc memang dituntut untuk bisa bekerja sama demi ambisi Scuderia merebut gelar juara. Namun, rivalitas di lintasan kerap kali lebih panas daripada kerja sama di atas kertas.

ADVERTISEMENT

Publik dan media pun bertanya-tanya: apakah Ferrari benar-benar bisa mengelola dua pebalap sebesar ini tanpa mengorbankan hasil tim? Leclerc menegaskan bahwa hubungannya dengan Hamilton baik-baik saja, tapi narasi yang terus dibangun justru bisa merusak atmosfer tim.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU