Setelah melalui masa sulit di awal 2025, Liam Lawson akhirnya menunjukkan taringnya bersama Red Bull. Pada sesi kualifikasi Grand Prix Belanda di Zandvoort, pebalap asal Selandia Baru itu tampil impresif dengan menempati posisi kedelapan, hanya terpaut sepersepuluh detik dari rekan setimnya, Max Verstappen.
Ini adalah kali pertama Lawson menembus Q3 sejak kembali ke tim utama, menggantikan Isack Hadjar yang cedera pergelangan tangan. Hasil ini menjadi jawaban manis setelah dua seri awal musim lalu bersama Red Bull berakhir pahit, membuatnya harus kembali ke Racing Bulls.
"Mungkin bagi orang lain ini penting. Sebagai pebalap, kami punya keyakinan diri yang besar. Mungkin terlalu besar kadang," ujar Lawson kepada Sky Sports F1. "Tapi dengan semua yang terjadi tahun lalu, itu memang hal yang sulit. Namun secara pribadi, saya tahu dengan kondisi yang tepat dan waktu lebih, saya bisa tampil. Senang bisa membuktikannya hari ini."

Lawson mengaku mendapat tantangan besar karena harus beradaptasi cepat dengan mobil Red Bull yang sangat berbeda dari Racing Bulls. "Akhir pekan yang menantang untuk membiasakan diri dengan mobil ini. Sangat berbeda," akunya. "Kemudi dan posisi duduk adalah hal yang paling berbeda. Saya kesulitan secara fisik karena posisi duduk yang berbeda."
Pada lap terakhir Q3, ancaman hujan memaksa Red Bull mengubah strategi, langsung push tanpa build lap. "Kami tidak melakukan build lap karena hujan. Saya tidak tahu apa yang akan saya dapat di Tikungan 1," jelasnya. Lawson juga mengaku kehilangan waktu di Tikungan 10, padahal lap tersebut terus membaik. Meski begitu, performa ini menjadi modal berharga untuk balapan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!