Lance Stroll resmi menjadi pembalap pertama dalam sejarah Formula 1 yang mencatatkan 100 kali eliminasi di Q1 sejak sistem kualifikasi tiga bagian diperkenalkan pada 2006. Rekor yang sama sekali tidak ingin dikenangnya itu tercipta di Grand Prix Italia, di mana ia menempati posisi start paling belakang.
Pembalap Aston Martin itu tertinggal kurang dari sepersepuluh detik dari rekan setimnya, Fernando Alonso, yang gagal menyelesaikan putaran terakhirnya. Ini menjadi pukulan telak bagi tim yang pekan lalu tampil menjanjikan di Zandvoort berkat mesin Honda baru dan paket upgrade besar.
Krisis Tenaga Aston Martin di Sirkuit Kecepatan Tinggi
Di Monza, sirkuit yang menuntut top speed tertinggi, AMR26 tampil pucat. Mobil hijau itu secara konsisten kehilangan kecepatan hingga 20 km/jam dibandingkan mobil Mercedes, yang berkontribusi pada defisit besar sekitar 2,6 detik dari Alpine milik Pierre Gasly sepanjang lap Q1.

Stroll, dengan sikap khasnya yang datar, mengaku sama sekali tidak terkejut dengan kurangnya performa timnya. Ia bahkan sinis menilai balapan hari Minggu nanti akan menjadi prosesi panjang tanpa harapan.
"Ini yang kami perkirakan dengan mesin ini," ujarnya. "Kami tertinggal tiga detik, jadi kami tidak akan bisa bertahan dengan rombongan di depan besok."
Perjalanan Karier yang Penuh Kontras
Eliminasi Q1 pertamanya terjadi di Grand Prix Australia 2017, saat membela Williams, dan sejak itu ia mengalami pasang surut. Namun, di balik rekor kelam ini, Stroll pernah membuktikan kemampuannya di kondisi sulit dengan meraih pole position di Grand Prix Turki 2020 yang basah bersama Racing Point.
Musim-musim terakhir justru menjadi mimpi buruk baginya. Ia kerap berjuang mati-matian di zona degradasi, diperparah oleh performa Williams yang sulit pada 2018, di mana ia tersingkir di Q1 hingga 15 kali. Musim ini pun, ia belum sekalipun berhasil menembus Q1.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!