Liam Lawson menghadapi start dari barisan belakang di Grand Prix Italia setelah Red Bull memutuskan mengganti sejumlah komponen mesin pada RB22 miliknya. Keputusan ini memicu penalti turun grid yang menambah tekanan pada pebalap asal Selandia Baru itu di akhir pekan keduanya bersama tim pabrikan.
Lawson sebelumnya tersingkir di Q2 setelah hanya mampu menempati posisi ke-14. Namun, ia mengaku sejak awal sudah mengetahui bahwa hukuman tersebut akan datang, sehingga fokus tim lebih diarahkan untuk persiapan balapan ketimbang mengejar waktu satu putaran murni.
Dilema Mesin dan Strategi Balapan
Penggantian komponen mesin yang melebihi alokasi regulasi memang kerap menjadi pilihan tim saat menghadapi sirkuit yang menuntut keandalan tinggi seperti Monza. Bagi Red Bull, langkah ini merupakan taruhan besar untuk mengamankan performa di hari Minggu.

Lawson mengakui bahwa penalti tersebut telah mengubah pendekatan timnya sepanjang akhir pekan ini. “Akhir pekan secara umum memang lebih fokus pada balapan karena kami tahu akan terkena penalti,” ujarnya. “Jadi tidak ideal. Kami tidak terlalu berkonsentrasi pada kecepatan satu putaran murni.”
Insiden Piastri yang Memperumit Keadaan
Peluang Lawson untuk melaju ke Q3 semakin tipis setelah ia terhambat oleh Oscar Piastri yang keluar dari pit lane saat Lawson sedang dalam putaran cepat terakhirnya. Kejadian ini memicu kemarahan Lawson yang langsung meluap melalui radio tim.
Steward menjatuhkan penalti tiga posisi grid kepada Piastri, yang membuat pebalap McLaren itu turun dari posisi ketiga ke keenam. Namun, Lawson tetap merasa Red Bull seharusnya memiliki kecepatan yang cukup untuk lolos dari zona degradasi meski tanpa insiden tersebut.
“Kami seharusnya punya kecepatan untuk tetap lolos,” kata Lawson. “Kami cukup cepat kemarin, tapi hari ini performa kami sedikit menurun. Tentu saja targetnya adalah membantu Max di Q3, tapi itu tidak tercapai. Kualifikasi kami memang sedikit terganggu.”
Ia juga menjelaskan bahwa putaran terakhirnya merupakan kesempatan pertamanya merasakan efek mengikuti mobil lain di Monza, karena sebelumnya ia selalu berada di udara bersih. “Terhalang di Tikungan 1 jelas tidak membantu,” tambahnya. “Sepanjang kualifikasi saya di udara bersih sampai putaran terakhir itu. Jadi saya bahkan belum pernah mengikuti mobil lain sebelumnya. Itu tidak ideal.”



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!