SPONSORED

Kartunis F1 Carlo Baffi Tutup Usia di 63 Tahun

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Kartunis F1 Carlo Baffi Tutup Usia di 63 Tahun
TO NEWS OVERVIEW
Kartunis F1 Carlo Baffi Tutup Usia di 63 Tahun

Duka menyelimuti dunia jurnalisme motorsport Indonesia dan internasional. Carlo Baffi, kartunis legendaris yang karya-karyanya menghiasi layar kaca Rai dan halaman berbagai media otomotif, meninggal dunia pada usia 63 tahun. Kabar ini tentu menjadi kehilangan besar, terutama bagi para penggemar setia Formula 1 yang ingat betul bagaimana karya-karyanya memberikan warna berbeda di sela-sela keseruan balapan.

Nama Baffi melambung berkat program Pole Position di Rai 1 yang menjadi pembuka setiap siaran langsung Formula 1. Siapa yang tak kenal dengan gaya kartun khasnya yang tajam namun jenaka? Sebelum dikenal luas lewat layar kaca, pria Italia ini sebenarnya sudah malang melintang di dunia ilustrasi sejak 1988, ketika karya-karyanya pertama kali dimuat di La Gazzetta dello Sport dalam rubrik satir 'Gong'.

Bakatnya tidak berhenti di situ. Baffi juga sempat berkolaborasi dengan berbagai media ternama seperti La Settimana Enigmistica dan program L'Appello del Martedi yang dipandu Maurizio Mosca. Ia memang dikenal luas sebagai pribadi yang hangat dan mudah bergaul, sehingga banyak rekan kerjanya yang merasa kehilangan sosoknya yang penuh semangat.

Kimi Antonelli Compared to 'AI Agent' After Stunning Monza Win
Read AlsoKimi Antonelli Compared to 'AI Agent' After Stunning Monza Win

Kecintaannya pada dunia balap tidak bisa dipungkiri. Ia pernah bekerja untuk majalah mingguan Rombo, situs Italiaracing.net, majalah bulanan Paddock, serta acara 'A tutto gas' di Telelombardia. Sejak 2007, ia bergabung dengan Redaksi Motori RaiSport sebagai dokumentator, sebuah peran yang membuatnya semakin dekat dengan paddock dan para pembalap.

ADVERTISEMENT

Perjalanan kariernya di dunia penyiaran dimulai sejak 1988 lewat program Pit Lane yang diasuh Ezio Zermiani. Namun, bagi pembaca setia FormulaPassion, Baffi mungkin paling diingat sebagai sosok yang pernah menghiasi halaman kami pada musim 2013 dan 2014. Melalui goresan tangannya, ia berhasil menyampaikan kritik dan humor yang cerdas tentang dinamika Formula 1, membuat para penggemar semakin betah berlama-lama membaca berita.

Karya-karya Baffi bukan sekadar gambar. Ia mampu menangkap momen-momen penting di sirkuit, seperti ketegangan di tikungan pertama atau drama di garasi, lalu menyajikannya dalam balutan satire yang ringan. Kepergiannya tentu menyisakan duka mendalam, tetapi warisan karyanya akan terus hidup dan menginspirasi para jurnalis dan kartunis muda di masa depan.

Selamat jalan, Carlo. Vignette-vignette-mu akan selalu kami kenang.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU