SPONSORED

Kalah Telak dari Toyota, Neuville Pasrah Nikmati Sisa Reli

Notifikasi
Edeh Cupe
Edeh Cupe
0
Kalah Telak dari Toyota, Neuville Pasrah Nikmati Sisa Reli TO NEWS OVERVIEW
© Red Bull Content Pool

Pereli utama tim Hyundai Shell Mobis, Thierry Neuville, menunjukkan sikap legawa meski harus menerima kenyataan pahit bahwa timnya kalah kelas dari dominasi mutlak Toyota di ajang Rally Japan. Pabrikan tuan rumah tersebut tampil sangat perkasa dengan mengunci posisi empat besar di lintasan aspal mereka sendiri. Skuad besutan Alzenau bahkan harus merelakan posisi kelima ditempati Adrien Fourmaux sebagai pembalap terbaik mereka, sementara Neuville sendiri masih tertahan di peringkat keenam dengan defisit jarak 11,8 detik di belakang rekan setimnya tersebut.

Menatap sisa tahapan yang ada, pereli asal Belgia ini secara jujur mengakui tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi bahwa performa mobil i20 N Rally1 miliknya akan membaik secara drastis dalam semalam. Sepanjang musim kompetisi 2026 berjalan, Hyundai memang selalu terbukti menjadi pilihan kedua di bawah bayang-bayang kecepatan murni Toyota saat berlaga di atas permukaan aspal (*tarmac*). Krisis utama yang dihadapi Neuville berpusat pada kegagalannya menemukan keseimbangan mekanis sasis yang ideal, di mana mobilnya terus-menerus didera gejala *understeer* parah saat mencoba keluar dari tikungan, dikombinasikan dengan hilangnya traksi cengkeraman dari ban yang ia gunakan.

© Red Bull Content Pool

Siksaan Ban Keras di Putaran Sabtu

Analisis mendalam dari Neuville membongkar bahwa malfungsi performa mobilnya menjadi semakin kronis ketika seluruh kru memutuskan untuk bermigrasi menggunakan ban kompon keras (*hard tyre*) pada putaran hari Sabtu. Situasi ini sangat kontras dengan performa hari Jumat, di mana dalam kondisi lintasan yang basah dan menjebak dengan balutan ban kompon lunak (*soft tyre*), ia masih mampu mengimbangi ritme barisan depan dengan *feeling* kemudi yang cukup presisi. Perubahan temperatur aspal dan karakteristik ban keras terbukti menghancurkan momentum traksi mekanis suspensi belakangnya.

Solberg Crashing Repeatedly, Ogier Demands Better Risk Management
Read AlsoSolberg Crashing Repeatedly, Ogier Demands Better Risk Management

Kendati harus menerima kenyataan tertinggal lebih dari dua menit dari sang pemimpin reli Elfyn Evans, Neuville memilih untuk tidak larut dalam rasa frustrasi. Mengingat Jepang merupakan seri penutup untuk karakteristik reli aspal musim ini—permukaan lintasan yang menjadi favorit pribadinya sejak awal karier—ia memutuskan untuk murni bersenang-senang mengeksplorasi limit mobil di dalam kokpit. Baginya, memaksa mobil hingga batas absolut dari apa yang diizinkan oleh set-up mekanis saat ini memberikan sensasi berkendara yang sangat menyenangkan, dan menerima keterbatasan teknis menjadi satu-satunya opsi logis yang harus ia telan sebelum mencoba melakukan serangan balik pada enam tahapan pamungkas hari Minggu.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU