SPONSORED

Jamie Chadwick dan Progres Program Genesis Magma Racing

Notifikasi
Luki Hidayatudin
Luki Hidayatudin
0
Jamie Chadwick dan Progres Program Genesis Magma Racing
TO NEWS OVERVIEW
CHADWICK Jamie (gbr), Genesis Magma Racing, portrait during the Test Day of the 24 Hours of Le Mans 2026, 3rd round of the 2026 FIA World Endurance Championship, on June 7, 2026 on the Circuit des 24 Heures du Mans in Le Mans, France – Photo Julien Delfosse / DPPI

Jamie Chadwick tidak hanya sekadar pembalap wanita di grid European Le Mans Series. Musim ini, ia menjalani tahun keduanya di kelas LMP2 bersama tim IDEC Sport, namun dengan tambahan peran sebagai bagian dari Genesis Magma Racing Trajectory Programme. Program ini menjadi jembatan bagi para pembalap muda untuk menuju kursi Hypercar Genesis di ajang WEC.

Berbicara kepada Motorsport Week di Silverstone akhir pekan lalu, Chadwick mengungkapkan betapa berartinya dukungan program tersebut. “Ini benar-benar bagus. Tahun lalu, sebelum mereka masuk ke Hypercar, banyak orang yang kini berada di tim Hypercar bersama kami sudah terlibat,” ujarnya. “Itu sangat membantu, baik dari sisi engineer, mekanik, maupun pembalap seperti Dani (Juncadella) dan Mathys (Jaubert) yang naik ke Hypercar. Ada progres yang jelas.”

Genesis memang menjadi satu-satunya tim Hypercar di WEC yang memiliki program junior penuh. Bekerja sama dengan IDEC Sport, mereka menurunkan satu mobil LMP2 bermesin Genesis yang diberi namaTrajectory Programme. Program ini diluncurkan pada 2025, tepat sebelum debut Hypercar Genesis, dengan formasi awal Jamie Chadwick, Mathys Jaubert, dan Dani Juncadella. Dua nama terakhir kini telah promosi ke kursi penuh Hypercar.

Jamie Chadwick on Genesis Magma Racing Programme Growth
Read AlsoJamie Chadwick on Genesis Magma Racing Programme Growth

Musim ini, Chadwick didampingi oleh Laurents Horr dan Valerio Rinicella. “Dukungan mereka untuk saya luar biasa. Saya mendapat kesempatan melakukan tes di mobil dan belajar dari tim sebisa mungkin. Saya pikir ini membuat perbedaan besar, baik bagi mereka maupun bagi kami,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Di lintasan, performa trio ini terbilang konsisten. Mobil #18 bercorak Genesis itu selalu finis di posisi keempat dalam tiga balapan pertama, sebelum akhirnya naik podium ketiga di 4 Hours of Spa bulan lalu. Kini, mereka menempati peringkat ketiga klasemen dengan 52 poin, menyisakan dua balapan lagi.

“Sangat konsisten,” kata Chadwick tentang musimnya. “Secara teori kami finis keempat di setiap balapan. Kami naik podium di balapan terakhir, dan itu selalu bagus untuk konsistensi. Tentu kami ingin lebih. Tahun lalu banyak hal berpihak pada kami dan kami meraih hasil luar biasa. Kami ingin mengulanginya.”

Bagi Chadwick, musim kedua di LMP2 membawa peningkatan kepercayaan diri. “ELMS hanya enam balapan, jadi tidak banyak waktu untuk benar-benar menyelami. Tapi secara alami, setiap balapan saya merasa lebih baik dan lebih kuat. Tahun ini, saya pikir saya telah membuat kemajuan besar dibanding tahun lalu. Saya sangat menikmatinya,” jelasnya. Dengan dua balapan tersisa, Chadwick dan timnya bertekad menutup musim dengan hasil maksimal.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU