Formula 1, Sportrik Media - Isack Hadjar mengungkap bahwa sejak awal kariernya di Formula 1, target utamanya adalah meraih promosi ke Red Bull Racing dan menjadi rekan setim Max Verstappen.
Pembalap asal Prancis tersebut menyatakan bahwa ambisi tersebut telah menjadi bagian dari pendekatan strategisnya sejak musim rookie, di mana ia menargetkan performa konsisten untuk menarik perhatian manajemen Red Bull. Target tersebut akhirnya tercapai setelah ia menjalani musim debut yang solid, termasuk meraih podium pertamanya di Grand Prix Belanda.
Memasuki musim 2026, Hadjar telah menunjukkan kemampuan adaptasi yang kuat bersama tim utama, meskipun menghadapi tantangan teknis dari paket RB22 yang belum kompetitif. Dalam tiga seri awal, ia mampu menjaga jarak performa yang relatif dekat dengan Verstappen, sebuah pencapaian yang sebelumnya sulit dicapai oleh pembalap lain dalam struktur Red Bull.

Perjalanan Hadjar menuju posisi tersebut tidak dimulai dengan mulus. Ia mengalami insiden pada lap formasi Grand Prix Australia musim sebelumnya, yang membuat awal kariernya di Formula 1 berada dalam tekanan tinggi. Namun, respons cepat yang ditunjukkannya menjadi indikator penting dari ketahanan mental dan kemampuannya beradaptasi.
“Saya merasa sangat tertekan di awal musim. Saya tahu pengalaman saya di F1 masih minim, dan ini adalah kejuaraan tertinggi dengan semua tim bekerja maksimal. Saya khawatir tertinggal dalam hal kecepatan, tetapi itu tidak terjadi,” ujar Hadjar dalam pernyataan resminya.
Ia kemudian menunjukkan konsistensi yang kuat sepanjang musim, bahkan tidak mengalami eliminasi Q1 hingga putaran ke-16 di Monza. Stabilitas performa tersebut menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisinya sebagai kandidat utama promosi dalam struktur Red Bull.
Hadjar juga mengakui bahwa target promosi tersebut sebenarnya sudah ia tetapkan sejak awal, meskipun secara publik ia menyampaikan pendekatan bertahap. Secara internal, fokusnya adalah membangun musim rookie yang kuat untuk membuka peluang ke tim utama.
“Saya ingin menjalani musim rookie yang besar dan naik ke Red Bull. Itu adalah target saya sejak awal, meskipun saya mengatakan akan melangkah satu per satu,” tambahnya.
Kisah ini mencerminkan pendekatan sistematis dalam pengembangan pembalap muda di Formula 1, di mana performa, konsistensi, dan kesiapan mental menjadi faktor utama dalam menentukan promosi. Menjelang fase berikutnya musim 2026, Hadjar kini menghadapi tantangan baru untuk mempertahankan performa di level tertinggi bersama Red Bull Racing.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!