Sportrik Media – Iker Lecuona mengungkapkan keyakinannya bahwa ia semakin mendekati level rekan setimnya, Nicolo Bulega, setelah kembali meraih hasil konsisten di putaran Belanda WorldSBK 2026 di Sirkuit Assen. Pembalap asal Spanyol tersebut finis kedua dalam ketiga balapan akhir pekan, mengulangi pencapaian yang sama seperti di Portimao tiga pekan sebelumnya.
Dominasi awal musim oleh pembalap Aruba.it Racing Ducati membuat Bulega masih memimpin klasemen dengan margin signifikan. Meski demikian, performa stabil Lecuona menempatkannya di posisi kedua klasemen sementara, unggul dari para pesaing lain seperti Sam Lowes. Selisih poin yang mencapai 69 angka tidak mengurangi keyakinannya bahwa jarak performa di lintasan semakin menyempit.
“Pada akhirnya, catatan lap tercepat saya hanya terpaut dua persepuluh detik dari dia,” ujar Lecuona kepada WorldSBK.com usai Race 2 di Assen.

“Jadi secara keseluruhan kami semakin dekat dibandingkan Race 1 atau Superpole Race. Setiap kali saya naik motor, kami belajar sesuatu, dan kami harus memahami feeling tersebut. Motor ini belum sepenuhnya cocok untuk saya, jadi saya belum merasa 100 persen siap bertarung untuk kemenangan, tetapi kita lihat nanti.”
Lecuona juga menekankan bahwa peningkatan performa sepanjang akhir pekan menjadi indikator positif bagi tim Team HRC. Ia menilai proses adaptasi terhadap motor masih berlangsung, namun hasil tiga kali finis kedua memperkuat posisinya dalam perebutan gelar musim ini.
“Hal positifnya adalah kami meningkatkan performa, kami belajar banyak, dan kembali meraih tiga kali posisi kedua. Itu membuat saya tetap berada di posisi kedua klasemen dan memperlebar jarak dari Sam Lowes, yang akhir pekan ini sangat menekan saya selama balapan,” tambahnya.
Strategi pengaturan motor menjadi salah satu faktor kunci dalam performa Lecuona di Assen. Ia mengungkapkan bahwa tim mengambil pendekatan berbeda pada hari Minggu, termasuk mencoba setelan yang belum pernah digunakan sebelumnya, sebagai respons terhadap masalah degradasi ban depan yang dialaminya pada Race 1.
“Saya melakukan pekerjaan yang sangat baik sepanjang akhir pekan. Kadang saya kesulitan, kadang saya merasa lebih nyaman. Pada sprint race saya sedikit lebih baik, tetapi belum cukup atau belum ke arah yang tepat, sehingga kami mengubah setelan lagi untuk Race 2,” jelasnya.
“Kami menggunakan setelan yang cukup aman, tetapi dengan beberapa perubahan yang belum pernah kami coba sebelumnya. Kami ingin mengambil risiko karena pada Race 1 saya benar-benar menghancurkan ban depan.”
Eksperimen tersebut memberikan hasil positif secara keseluruhan, meski tidak tanpa konsekuensi. Lecuona mengakui sempat mengalami dua momen hampir terjatuh di tikungan 12, yang membuatnya kehilangan waktu signifikan dalam beberapa lap.
“Pada akhirnya hasilnya cukup baik, tetapi saya mengalami dua momen besar di tikungan 12 di mana saya hampir terjatuh dua kali. Saya kehilangan sekitar setengah detik hingga enam persepuluh dalam dua lap,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tetap melihat performa Bulega sebagai tolok ukur yang realistis, terutama mengingat Assen merupakan salah satu sirkuit yang sangat kuat bagi pembalap Italia tersebut.
“Saya sangat senang. Nicolo sedikit lebih cepat dari saya, tetapi saya tahu ini adalah salah satu trek terbaiknya. Kita lihat apakah kami bisa meningkatkan posisi di balapan berikutnya,” tutup Lecuona.
Dengan momentum konsistensi yang terus terjaga, persaingan antara Lecuona dan Bulega diperkirakan akan semakin menarik saat WorldSBK berlanjut ke putaran berikutnya, di mana faktor adaptasi dan pengembangan motor akan kembali menjadi penentu utama.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!