Lewis Hamilton meluapkan kemarahannya kepada dinding pit Ferrari setelah menjalani strategi ban yang dianggapnya tidak masuk akal pada Grand Prix Belanda di Zandvoort. Pembalap asal Inggris itu mengaku diperlakukan seperti 'kelinci percobaan' setelah dipaksa bertahan sangat lama dengan ban keras bekas, sebuah keputusan yang nyaris menghancurkan balapannya.
Hamilton, yang memulai balapan dari posisi pole, sempat memimpin beberapa lap sebelum akhirnya harus rela disalip oleh Lando Norris dan Kimi Antonelli yang menggunakan ban jauh lebih segar. Momen tersebut memicu protes keras dari Lewis Hamilton melalui radio tim, yang mempertanyakan logika strategi Ferrari.
“Kalian pakai aku sebagai kelinci percobaan atau apa?!” teriak Hamilton, seperti dikutip dari FormulaPassion. “Apa yang terjadi? Berapa lama lagi aku harus bertahan di luar?”

Keputusan Ferrari untuk membiarkan Hamilton bertahan hingga 30 lap dengan ban keras bekas menjadi sorotan utama. Meski sempat memberikan keuntungan posisi, strategi itu justru membuatnya kehilangan ritme dan menjadi sasaran empuk bagi rival-rivalnya. Beruntung, kemunculan Virtual Safety Car akibat mobil Esteban Ocon yang berhenti di lintasan memberi kesempatan bagi Ferrari untuk memanggil Hamilton masuk pit tanpa kehilangan banyak waktu.
Setelah pit stop, Hamilton kembali turun ke lintasan dengan ban soft baru, tetapi insiden ini kembali menggarisbawahi adanya ketidakselarasan komunikasi antara pembalap tujuh kali juara dunia itu dengan para stratege Ferrari. Musim ini, beberapa kali keputusan strategi tim asal Maranello itu memang menuai kritik, dan kejadian di Zandvoort menjadi bukti terbaru bahwa hubungan kerja antara Hamilton dan tim belum sepenuhnya mulus.
Dengan hasil balapan yang belum final, Hamilton dipastikan akan membahas evaluasi strategi ini dalam briefing internal. Pertanyaannya, akankah Ferrari belajar dari kesalahan yang sama di seri-seri berikutnya?



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!