Lewis Hamilton kembali menjadi sorotan, tetapi bukan karena catatan waktunya. Dalam sesi latihan bebas GP Spanyol di Madrid, pembalap Ferrari itu disebut sering menghalangi lawan saat menjalani lap pendinginan ban. Carlos Sainz, Yuki Tsunoda, dan Nico Hulkenberg kompak menyuarakan kekesalan mereka melalui radio tim. Bahkan Ralf Schumacher, mantan pembalap F1 yang kini menjadi komentator Sky Jerman, ikut melontarkan kritik pedas. Insiden ini mencuat di tengah persaingan ketat menuju kualifikasi, di mana setiap detik dan ruang di lintasan sangat berarti.
Momen paling mencolok terjadi ketika Carlos Sainz harus membatalkan lap terbangnya karena menemukan Hamilton tepat di depannya. Pembalap Spanyol itu mengeluh kepada timnya bahwa Hamilton “tidak pernah berusaha” memberi ruang. Sainz secara spesifik menyoroti manuver di tikungan 12, tikungan Monumental yang memiliki jalur ideal tunggal, berbeda dengan tikungan 3 Zandvoort yang lebih lebar. Situasi itu dianggap berbahaya, terutama karena kecepatan Hamilton yang rendah di lintasan balap.
Kejadian serupa juga dialami Yuki Tsunoda, yang terpaksa mengangkat tangan sebagai tanda protes setelah hampir menabrak bagian belakang mobil Hamilton. Pembalap Jepang itu terdengar bingung di radio, “Apa yang sedang dia lakukan?” Sementara Nico Hulkenberg menyebut aksi Hamilton “agak kotor” karena melaju sangat lambat di jalur balap sebelum tikungan kanan menuju pit lane. Ketiga pembalap kompak meminta agar juara dunia tujuh kali itu lebih memperhatikan posisi dan kecepatannya saat tidak dalam lap cepat.

Ralf Schumacher, yang tidak pernah ragu mengomentari perilaku pembalap, menambahkan bahan bakar pada kritiknya. “Yang paling mencolok bagi saya adalah pria berbaju merah yang sepertinya menghalangi semua orang karena sering mengemudi di tengah lintasan, Lewis Hamilton. Saya tidak tahu mengapa dia sering melakukannya, tapi itu sudah terlihat sejak 2015. Mengemudi lambat sebenarnya tidak sportif terhadap pembalap lain,” ujarnya. Pernyataan ini mempertegas bahwa isu impeding bukan pertama kali mencuat, melainkan pola yang dianggap merugikan banyak pihak.
Meski demikian, Direktur Balap FIA tidak melakukan investigasi terhadap Hamilton atas insiden di sesi latihan bebas. Hal ini lumrah karena sanksi impeding biasanya baru diberikan saat kualifikasi atau balapan. Jika terbukti melakukan pelanggaran serupa di kualifikasi, hukuman standar adalah penurunan tiga posisi di grid. Dengan demikian, perhatian kini beralih ke sesi kualifikasi, di mana pengawasan terhadap perilaku di lintasan akan jauh lebih ketat.
Bagi Ferrari, situasi ini menjadi ujian tersendiri. Hamilton, yang baru bergabung musim ini, harus cepat beradaptasi dengan dinamika balapan dan ekspektasi tinggi dari tim dan rival. Insiden di Madrid bisa menjadi panggilan bangun bahwa di F1, kecepatan saja tidak cukup; kesadaran posisi dan sportivitas sama pentingnya. Publik menantikan bagaimana Hamilton merespons, apakah ia akan mengubah pendekatannya atau tetap pada gaya yang dianggap merugikan orang lain.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!