Grove Racing akhirnya mengungkap penyebab pasti kegagalan mesin yang menimpa Matt Payne pada race terakhir di Queensland Raceway, Minggu lalu. Insiden tersebut merenggut peluangnya meraih gelar minor premiership di ajang Supercars.
Setelah pemeriksaan awal mengarah pada masalah kelistrikan, investigasi lebih lanjut di bengkel Triple Eight mengungkap adanya kegagalan mekanis besar pada valve train. Hal ini diungkapkan oleh kepala performa Grove Racing, Al McVean, Senin malam saat timnya diundang untuk menyaksikan proses pembongkaran mesin.
“Kami diundang ke Triple Eight untuk melihat langsung pembongkaran mesin dan menemukan kegagalan mekanis besar pada valve train,” ujar McVean. “Setelah itu, tidak ada kemungkinan untuk melanjutkan balapan. Kami tidak bisa mencegah atau kembali ke trek.”

McVean mengakui momen itu sangat memilukan bagi tim. Namun, ia menegaskan tim telah melakukan evaluasi menyeluruh dan siap menghadapi tantangan berikutnya, termasuk enduro di Bathurst dan final musim yang masih terbuka lebar bagi kedua pembalapnya.
Pada uji coba pra-enduro di Queensland Raceway hari ini, Payne yang menggunakan mesin pengganti bersama rekan setimnya Will Davison mencatatkan waktu tercepat keempat. Sementara itu, isu valve train menjadi perbincangan hangat di paddock Supercars, meski bukan berasal dari mesin Ford.
Masalah serupa justru menimpa Toyota Supra dengan reliabilitas atas yang buruk, sehingga memunculkan mesin B-spec. Kegagalan Chaz Mostert pada Minggu sempat memicu kekhawatiran, namun analisis menunjukkan masalah pada bearing bagian bawah. Semua mesin B-spec diganti dengan A-spec untuk uji coba hari ini demi pemeriksaan lebih lanjut menjelang enduro.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!