SPONSORED

Ferrari Terkendala di Zandvoort, tapi Upgrade Fondo Bukan Kegagalan

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Ferrari Terkendala di Zandvoort, tapi Upgrade Fondo Bukan Kegagalan
TO NEWS OVERVIEW
Ferrari Terkendala di Zandvoort, tapi Upgrade Fondo Bukan Kegagalan

Zandvoort, Belanda — Ferrari harus puas mengawali Grand Prix Belanda dari posisi ketiga di grid. Dalam sesi kualifikasi yang berlangsung dingin dan sempat diguyur gerimis di penghujung Q3, kedua pebalapnya, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, hanya mampu mengamankan posisi kelima dan keenam. Namun, di balik hasil yang mungkin mengecewakan itu, ada secercah harapan: paket pembaruan lantai (floor) yang dibawa tim asal Maranello akhirnya memberikan keseimbangan yang selama ini dicari.

Masalah utama Ferrari di kualifikasi kali ini bukan pada aerodinamika, melainkan pada dua hal yang sudah menjadi penyakit kronis sejak awal musim: kekurangan tenaga dari sisi Power Unit dan kesulitan memanaskan ban soft dalam kondisi trek yang dingin. Suhu udara yang hanya sekitar 18 derajat Celsius, ditambah turunnya suhu aspal hampir 5 derajat antara Q1 dan Q3, membuat ban soft tidak pernah berada di jendela kerja ideal. Alhasil, Charles Leclerc dan Hamilton tak bisa mengeksploitasi potensi penuh mobil mereka pada satu putaran cepat.

Menariknya, kendala ini justru menyoroti sebuah paradoks. Di satu sisi, lantai baru yang diperkenalkan akhir pekan ini terbukti bekerja sesuai harapan. Data telemetri menunjukkan distribusi beban aerodinamis yang lebih merata di sepanjang bodi mobil, memberikan stabilitas di bagian belakang tanpa mengorbankan kelincahan front-end yang sudah menjadi ciri khas SF26 sejak lahir. Hamilton pun, setelah menjalani Sprint, akhirnya menemukan keseimbangan yang pas dan mampu menempatkan dirinya di depan rekan setimnya dengan lap terakhir yang solid.

Carlos Sainz Tells Williams Factory 'Take It Personal' in 2026
Read AlsoCarlos Sainz Tells Williams Factory 'Take It Personal' in 2026

Namun, Lewis Hamilton dan Leclerc sama-sama mengakui bahwa kurangnya tenaga dari mesin di titik-titik krusial seperti tikungan 1 dan 2 serta bagian tengah trek menjadi tembok yang sulit ditembus. Bahkan, tim sempat mencoba mengubah strategi pelepasan energi untuk Leclerc, tetapi hasilnya justru membuat tenaga yang dikirim tidak konsisten dan tidak dapat diprediksi, yang akhirnya merugikan pebalap asal Monako itu.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, suasana di paddock Ferrari tidak suram. Ada keyakinan bahwa upgrade lantai ini adalah langkah ke arah yang benar. Performa balapan (race pace) dari SF26 terlihat menjanjikan, seperti yang sudah dibuktikan pada sesi latihan panjang. Jika saja masalah pemanasan ban dan defisit tenaga bisa diatasi—mungkin dengan strategi yang lebih berani di awal balapan—bukan tidak mungkin Ferrari bisa memberikan kejutan dan merangsek ke podium di sirkuit yang terkenal sulit untuk melakukan overtaking ini.

Satu hal yang pasti, tim asal Italia ini tidak akan menyerah begitu saja. Mereka sadar bahwa persaingan di papan atas sangat ketat, hanya dipisahkan oleh seperseribu detik. Setiap detail akan menjadi kunci, dan upgrade lantai ini hanyalah satu bagian dari teka-teki besar yang harus mereka pecahkan untuk kembali ke jalur kemenangan.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU