Pertarungan sengit di Hyperpole WEC Austin berakhir dengan ketegangan maksimal. Antonio Giovinazzi mengunci posisi terdepan untuk Ferrari setelah mencatat waktu yang identik dengan rivalnya, Jack Aitken dari Cadillac.
Giovinazzi, yang mengendarai #51 Ferrari 499P, menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 52,445 detik. Namun, Aitken langsung membalas dengan waktu yang sama persis di lap berikutnya. Keunggulan akhirnya jatuh ke tangan Giovinazzi karena dia lebih dulu mencatatkan waktu tersebut.
Duel Ketat di Hyperpole, Empat Mobil Teratas Hanya Terpaut Tipis
Persaingan di sesi ini sangat ketat. Empat mobil teratas hanya terpaut 0,050 detik, menunjukkan level kompetisi yang luar biasa di kelas Hypercar. Charles Milesi dari Alpine berhasil naik ke posisi ketiga, sementara Harry Tincknell dari Aston Martin harus puas di posisi keempat.

Aston Martin sempat tampak akan kesulitan, tetapi Tincknell berhasil menemukan kecepatan di akhir sesi kualifikasi untuk melaju ke Hyperpole. Sementara itu, Toyota dan Genesis menempatkan dua mobilnya di posisi tujuh hingga sepuluh, dengan Ryo Hirakawa dan Kamui Kobayashi saling berdekatan.
Aston Martin Dominasi LMGT3, Barrichello Cetak Pole Beruntun
Di kelas LMGT3, Aston Martin kembali menunjukkan dominasinya. Eduardo Barrichello, putra legenda F1 Rubens Barrichello, berhasil meraih pole position untuk ketiga kalinya berturut-turut bersama tim Heart of Racing. Catatan waktunya sempat diperbaiki, tetapi dianulir karena melanggar batas lintasan.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Ferrari untuk balapan utama Lone Star Le Mans yang akan berlangsung Minggu. Dengan persaingan yang begitu ketat, strategi dan konsistensi akan menjadi kunci untuk meraih kemenangan di sirkuit Austin.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!