Formula 1, Sportrik Media - Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, mengungkapkan kelemahan signifikan mobil Ferrari selama sesi kualifikasi Dutch Grand Prix 2025 di Zandvoort. Ia menyebut dua tikungan khusus sebagai penyebab utama hilangnya waktu yang "gila" bagi timnya. Meski berhasil meraih posisi keenam, Leclerc mengakui performanya kurang optimal. Berikut analisis mendalam dari Sportrik Media.
Kelemahan Ferrari di Tikungan 9 dan 10
Leclerc menyoroti bahwa karakteristik sirkuit Zandvoort memperjelas kelemahan mobil Ferrari, terutama pada tikungan panjang seperti Tikungan 9 dan 10. "Gila seberapa banyak waktu yang kami kehilangan di dua tikungan ini, dan sayangnya, tidak banyak yang bisa kami lakukan," ujar Leclerc. Meskipun tim telah berusaha meningkatkan performa sepanjang akhir pekan, defisit waktu di tikungan-tikungan tersebut tetap menjadi hambatan besar. Hal ini menunjukkan bahwa setup mobil Ferrari belum sepenuhnya sesuai dengan demands sirkuit yang menuntut downforce dan stabilitas tinggi.


Perjuangan Leclerc di Kualifikasi
Kualifikasi Dutch Grand Prix menjadi tantangan berat bagi Leclerc. Ia menggambarkan akhir pekan ini sebagai salah satu yang tersulit, dengan performa mobil yang tidak konsisten sejak latihan bebas pertama (FP1). "Saya tidak punya referensi yang jelas menuju kualifikasi, mobil terasa sangat tidak konsisten," ungkapnya. Meski begitu, Leclerc berhasil mengungguli rekan setimnya, Lewis Hamilton, dengan meraih posisi keenam, hanya tertinggal 0,7 detik dari pole-sitter Oscar Piastri.
Namun, Leclerc mengakui bahwa ia gagal memaksimalkan potensi mobil di Q3. "Saya tidak melakukan pekerjaan yang baik di kualifikasi, terutama di Q3. P4 seharusnya realistis untuk mobil kami," katanya. Meski demikian, posisi keenam tetap menjadi sesi terbaik Ferrari di akhir pekan tersebut, mengingat tantangan yang dihadapi tim.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Ferrari kini menghadapi tugas berat untuk mengatasi kelemahan mobil di sirkuit dengan tikungan panjang. Leclerc menyebut bahwa hasil ini "bisa lebih buruk," menunjukkan bahwa posisi keenam adalah capaian maksimal dengan kondisi saat ini. Untuk balapan, tim akan fokus pada strategi dan konsistensi untuk memaksimalkan poin. Dengan sirkuit Zandvoort yang menantang untuk menyalip, Ferrari perlu menemukan keseimbangan antara kecepatan dan manajemen ban.
Ke depannya, tim yang dipimpin oleh Fred Vasseur diharapkan mampu menganalisis data dari Dutch Grand Prix untuk memperbaiki performa di sirkuit serupa. Dengan keahlian insinyur balap seperti Adrian Newey yang dikenal di dunia Formula 1, Ferrari mungkin dapat menemukan solusi teknis untuk meningkatkan daya saing.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
100 |
|
2
|
|
George Russell
Mercedes
|
80 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
63 |
|
4
|
|
Lando Norris
McLaren
|
51 |
|
5
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
49 |
|
6
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
43 |
|
7
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
26 |
|
8
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
9
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
16 |
|
10
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
10 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Read Also
Naomi Schiff recalled a terrifying Nürburgring 24 Hours experience ahead of Max Verstappen’s highly anticipated 2026 debut.
McLaren CEO Zak Brown has sent a strongly worded letter to the FIA over Formula 1 multi-team ownership concerns.
Fernando Alonso has explained the major factors influencing his Formula 1 future amid Aston Martin’s difficult 2026 campaign.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!