Tepat dua dekade lalu, Fernando Alonso sukses mengamankan gelar juara dunia keduanya di ajang Formula 1. Memandang perjalanan kariernya yang panjang, pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa dirinya tidak pernah membayangkan masih bisa aktif membalap di level tertinggi hingga saat ini. Sebagai satu-satunya pembalap di grid saat ini yang telah merasakan berbagai era regulasi mesin—mulai dari V10, V8, era awal hybrid, hingga mesin turbo V6 modern—ia memiliki perspektif mendalam mengenai evolusi dunia balap.
Ketika berbicara mengenai perubahan zaman, pembalap andalan tim Aston Martin ini mengenang betapa berbedanya karakteristik mobil balap dua dekade silam. Mobil-mobil pada masa itu dikenal sangat ringan, bersuara nyaring, dan memberikan kepuasan tersendiri bagi seorang pembalap di balik kemudi. Namun, ia juga menyadari bahwa teknologi masa lalu tidak lagi relevan dengan kondisi dunia modern saat ini yang menuntut efisiensi tinggi serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam komentarnya mengenai perkembangan teknis, juara dunia dua kali itu menyoroti betapa seringnya pergantian mesin pada masa lalu dibandingkan era sekarang. Ia mengenang bagaimana tim harus menggunakan spesifikasi mesin yang berbeda untuk sesi latihan bebas hari Jumat, sesi kualifikasi hari Sabtu, hingga balapan utama hari Minggu. Meski demikian, ia memahami bahwa adopsi sistem hybrid merupakan bagian dari adaptasi zaman, meski keseimbangan antara tenaga pembakaran internal dan komponen listrik harus terus dievaluasi agar tidak mengorbankan DNA balapan itu sendiri.

Kritik tajam sempat dilontarkan oleh sang veteran terkait regulasi unit daya Formula 1 2026 mendatang. Ia secara terbuka menyatakan bahwa pengalaman mengendarai mobil di sirkuit-sirkuit legendaris seperti Silverstone dan Spa tidak lagi memberikan kepuasan emosional yang sama seperti dulu. Menurutnya, sensasi adrenalin murni yang biasa dirasakan oleh seorang pembalap profesional mulai tergerus oleh kompleksitas manajemen energi yang diwajibkan oleh regulasi baru.
Lebih lanjut, ia bahkan sempat melontarkan kritik pedas dengan menjuluki era baru tersebut sebagai kejuaraan baterai. Karakteristik mesin baru yang memaksa pembalap melakukan pengisian daya baterai di tikungan cepat atau menjelang ujung lintasan lurus dinilai bertentangan dengan insting alami seorang pembalap. Hal tersebut menghilangkan momen krusial di mana kemampuan maksimal seorang pembalap untuk mengeksplorasi batas kemampuan mobil dapat menjadi pembeda di atas lintasan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!