Aksi magis kembali dipertontonkan oleh Fernando Alonso di bawah diguyur hujan deras Sirkuit Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos. Juara dunia dua kali asal Spanyol ini sukses membawa mobil Aston Martin miliknya menembus sesi Q3 untuk pertama kalinya pada musim 2026 dalam kualifikasi Grand Prix Sao Paulo yang berlangsung dramatis.
Meskipun sempat mengamankan posisi kesembilan di atas lintasan basah, Alonso dipromosikan naik ke grid kedelapan untuk balapan utama berkat penalti turun sepuluh posisi yang dijatuhkan kepada Charles Leclerc akibat pergantian komponen mesin. Kondisi cuaca yang ekstrem terbukti menjadi panggung penyelaras performa kendaraan, di mana Alonso mengakui bahwa karakteristik lintasan basah membantunya memangkas ketertinggalan tenaga mesin.
Kendati demikian, pembalap veteran tersebut menyadari bahwa mobil-mobil di barisan terdepan masih berada di level performa yang jauh berbeda. Dalam komentarnya kepada awak media, ia secara blak-blakan menyebut rival-rival di enam besar bagaikan berada di planet yang tidak terjangkau. Ban mobil yang sempat membeku tanpa cengkeraman optimal di awal sesi Q3 membuat sang juara dunia kesulitan memaksimalkan potensi penuh kendaraannya.

"Situasi ini membuka peluang baru bagi kami di barisan belakang, dan kami mengambil beberapa risiko di Q1 serta Q2 saat kondisi lintasan sulit ditebak oleh semua orang," ujar Alonso mengulas perjuangannya menembus sepuluh besar.
Ia juga menambahkan tantangan teknis yang dihadapinya saat ban kendaraannya berada dalam kondisi sangat dingin. "Ini adalah Q3 pertama tahun ini, tetapi di Q3 saya mengharapkan lebih banyak, sementara saya berada di antrean paling depan dan ban mobil dalam keadaan sangat dingin sehingga saya tidak memiliki cengkeraman sama sekali. Posisi keenam terpaut jarak 1,8 detik di depan saya, jadi terlalu tinggi untuk bermimpi meraih posisi yang lebih baik."
Menatap jalannya balapan utama di Sao Paulo, pembalap andalan Aston Martin Aramco F1 Team ini berharap cuaca hujan terus berlanjut demi membuka peluang mendulang poin penting bagi tim. Mengingat performa sulit yang mereka hadapi dalam kondisi kering di sesi latihan bebas sebelumnya, di mana ia hanya mampu menduduki posisi kedelapan belas, faktor cuaca basah diyakini menjadi satu-satunya celah strategis untuk bisa bersaing di zona poin.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!