Formula 2 resmi membuka tabir mobil generasi terbarunya di paddock Monza, Sabtu. Mobil yang tampil nyaris identik dengan arah desain F1 2026 ini siap dipakai dari 2027 hingga 2029.
Menariknya, ubahan besar ini tidak serta-merta membuang sasis lama. F2 memilih evolusi, bukan revolusi, demi menekan biaya operasional tim.
Mengapa Wajah Baru Ini Penting?
Langkah ini merupakan kelanjutan dari filosofi F2 untuk menjadi cermin paling dekat dengan ajang puncak. Setelah pada 2024 mengadopsi gaya ground-effect era F1 2022-2025, kini tampilannya diarahkan mengikuti paket aerodinamika F1 2026.

Yang lebih krusial, paket aero anyar ini dirancang agar mobil bisa saling membuntuti dengan lebih rapat. Artinya, duel roda-ke-roda di lapangan dijanjikan semakin sengit dan penuh aksi.
Meski tampil beda, jantung mekanisnya masih setia pada mesin V6 turbo 3,4 liter garapan Mecachrome. Velg 18 inci juga tetap dipertahankan, sebuah standar yang justru dipelopori F2 sejak 2020, dua tahun sebelum F1 mengadopsinya.
Sentuhan Teknologi dan Masa Depan Cerah
Untuk pertama kalinya, mobil F2 akan dibekali starter onboard. Inovasi ini dipastikan mampu meminimalkan insiden mobil mati di tengah balapan yang kerap memicu bendera merah.
F2 menyebut pencapaian ini lahir dari pengembangan gearbox Hewland generasi baru. Tak ketinggalan, mobil ini akan menggunakan bahan bakar berkelanjutan yang dipasok Aramco, mitra tim Aston Martin di F1.
Rumor kuat menyebut mobil ini akan menjadi senjata utama tim anyar milik Lando Norris, yakni LN4 Fusion, musim depan. Tim yang digawangi mantan bos Prema, Rene Rosin, itu memang belum resmi mendapat tiket masuk, tapi prosesnya diyakini tinggal formalitas.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!