Formula 1 tampaknya harus mencari opsi lain untuk pembuka musim 2027 setelah Australian Grand Prix memastikan tidak bisa menjadi tuan rumah balapan pembuka. CEO AGPC, Travis Auld, menegaskan bahwa tanggal balapan di Melbourne sudah terkunci pada 1-4 April, dan sulit untuk diubah.
"Tanggal kami sudah terkunci, 1-4 April, dan jelas ada aset besar yang sedang dibangun di belakang kami yang memiliki timeline tersendiri," ujar Auld seperti dilansir Speedcafe. "Jadi kami cukup terkunci pada tanggal 1-4 April. Saya pikir akan sulit bagi kami untuk memindahkan tanggal itu sekarang."
Pernyataan ini muncul setelah F1 merilis kalender sementara untuk musim 2027 pada Rabu lalu. Menurut jadwal tersebut, musim akan dimulai di Bahrain pada 12-14 Maret, disusul Arab Saudi sepekan kemudian. Namun, kedua balapan tersebut masih dalam keraguan karena konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah.

Ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut telah menimbulkan tanda tanya besar terhadap rencana penutupan musim 2026. Meski demikian, F1 tetap bertekad untuk menyelesaikan musim sesuai jadwal. Saat ini, balapan di Qatar dan Abu Dhabi masih on, dan F1 berniat untuk menggelar keduanya. F1 disebut sedang mempertimbangkan rencana kontingensi dengan mengakhiri musim di Imola, tetapi belum ada keputusan final. F1 bersedia mengambil keputusan mendadak dan siap memberikan kompensasi kepada Imola jika diperlukan.
Dampak perang ini bisa merembet ke awal musim 2027. Bahrain dijadwalkan kembali ke slot pembuka musim setelah tiga tahun, karena penyesuaian waktu bulan suci Ramadan. Sebelumnya, skenario Plan B F1 adalah memajukan triple-header Australia-China-Jepang jika Bahrain dan Arab Saudi tidak bisa digelar. Namun, dengan pernyataan Auld, opsi tersebut tampaknya tertutup.
Musim 2027 akan menampilkan 24 grand prix dan peningkatan jumlah sprint race menjadi 10. Sprint race akan pertama kali digelar di Bahrain, Australia, Jepang, Monako, dan Abu Dhabi, sementara lainnya di Kanada, Inggris, Italia, Brasil, dan Qatar. Dengan demikian, Australia tetap menjadi bagian dari sprint race, tetapi bukan sebagai pembuka musim.
Keputusan ini tentu menjadi pukulan bagi F1 yang berharap bisa fleksibel mengatur kalender. Namun, dengan komitmen Melbourne pada tanggal yang telah ditetapkan, F1 harus mencari solusi lain jika Bahrain dan Arab Saudi tidak dapat menggelar balapan. Sementara itu, para penggemar di Australia tetap bisa menantikan balapan pada awal April, meski bukan sebagai pembuka musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!